TribunPontianak/

Motivasi Kalbar, BUMD Ini Pasang Target Laba 2017 Capai Rp 18 Miliar

Kenapa kita bisa mendapatkan profit dan sosial dua-duanya karena kita bekerja sebagai profesional.

Motivasi Kalbar, BUMD Ini Pasang Target Laba 2017 Capai Rp 18 Miliar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Direktur Keuangan PT Food Station Tjipinang Jaya, Thomas Hadinata 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memiliki luas wilayah 662022 KM2, dengan jumlah penduduk 10,27 juta jiwa membuat Jakarta fokus mengembangkan BUMD bidang pangan.

Apalagi dengan perdapatan perkapita Rp174.824 konsumsi beras nasional mencapai 98 Kg pertahun.

Direktur Keuangan PT Food Station Tjipinang Jaya, Thomas Hadinata mengatakan permasalahan pangan Jakarta selain ketergantungan pangan 95 persen juga sempitnya lahan.

Hal tersebut lah yang membuat berkembangnya BUMD yang labanya pada 017 diprediksi mencapai Rp18 miliar.

"Tujuan BUMD salah satunya mengembangkan perekonomian daerah. Nah, Jakarta sempit makanya harus mempunyai ketahanan pangan karena Jakarta tidak memiliki sawah dan kebun. Kenapa kita bisa mendapatkan profit dan sosial dua-duanya karena kita bekerja sebagai profesional, "ujar Thomas saat menjadi pembicara sebagai BUMD percontohan pada Rakor TPID se-Kalbar.

(Baca: Rentan Inflasi, Apakah Kalbar Akan Bentuk BUMD Bidang Pangan? )

Sebagai Badan Usaha milik Daerah PT Food Station Tjipinang Jaya bergerak dalam bidang distribusi, penjualan, jasa pergudangan, pergudangan dalam resi gudang, jasa pertokoan, dan pengangkutan bahan pangan (beras).

Menjalankan fungsinya menjaga ketahanan pangan di wilayah DKI Jakarta dan menjadi pusat informasi bahan pangan di Asia Tenggara.

"Perusahaan ini milik pemerintah DKI Jakarta ada sekitar 300 pedagang. Pada 2014 dikukuhkan sebagai badan usaha milik daerah. Kami memiliki 738 unit toko dan 104 unit gudang yang kami sewakan, 2015 kami masuk ke usaha trading, dimana kami tidak menjadi pesaing tapi penyeimbang. Sebanyak 300 pedagang kami rangkul, meski ada gejolak namun dengan sedikit pendekatan bisa diantisipasi," ceritanya.

Halaman
12
Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help