TribunPontianak/

Kisah Cinta Terlarang Ibu dan Anak, Dari Pesta Sabu Hingga Hubungan Badan

Setelah diinterogasi, terungkaplah indikasi cinta terlarang antara Nuraini dan Juliandi.

Kisah Cinta Terlarang Ibu dan Anak, Dari Pesta Sabu Hingga Hubungan Badan
Tribun Medan/Array Argus
Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesi Sitepu menginterogasi bandar sabu bernama Nuraini dan anak angkatnya Juliandi. Keduanya diduga memiliki hubungan cinta terlarang, Selasa (12/9/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEDAN - Polsek Kutalimbaru mengungkap jaringan pengedar sabu yang kerap merusak kalangan remaja.

Namun, pengungkapan kali ini menguak dugaan kisah cinta terlarang antara bandar sabu dengan konsumennya.

Adapun bandar sabu yang ditangkap bernama Nuraini warga Jl Intisari No16, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.

Selain menangkap wanita berusia 56 tahun itu, polisi yang dipimpin langsung Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesi Sitepu juga menangkap seorang pria bernama M Juliandi (44) warga Jl Setia Budi No2, Kelurahan Tanjung Rejo, Sunggal yang tak lain anak angkat Nuraini.

(Baca: Dua Kali Bercinta dengan Pacar di Atas Motor, Siswi SMA Ini Pingsan di Sekolah )

Setelah diinterogasi, terungkaplah indikasi cinta terlarang antara Nuraini dan Juliandi. Keduanya diduga kuat kerap berhubungan badan usai pesta sabu di rumah Nuraini.

"Pengakuan keduanya pakai sabu untuk menambah semangat dan gairah. Tersangka Juliandi ini sudah sering datang ke rumah Nuraini," kata Martualesi, Selasa (12/9/2017).

Disinggung soal adanya hubungan cinta terlarang antara Juliandi dan Nuraini, mantan Kanit Reskrim Polsek Delitua itu hanya tertawa. Kedua tersangka sempat membantah soal tudingan itu, namun keduanya mengakui pesta sabu untuk meningkatkan gairah (sex).

"Pengakuan Nuraini sudah setahun ia menjual sabu. Katanya, sabu dipasok oleh warga Aceh berinisial I," ungkap Martualesi.

Sementara itu, tersangka Juliandi sempat bertengkar dengan isterinya di rumah sebelum ditangkap. Lantaran cekcok, Juliandi menghubungi Nuraini menyatakan dirinya ingin tidur di rumah bandar sabu tersebut.

"Setibanya di rumah Nuraini, Juliandi pun diajak pesta sabu. Begitu keduanya asyik mengkonsumsi sabu, langsung kami tangkap. Dan kami menduga, alasan status ibu dan anak angkat yang dilontarkan kedua tersangka hanya modus saja," pungkas mantan Wakapolsek Medan Barat ini.

Adapun barang bukti yang disita dari rumah tersangka berupa dua bungkus sabu, dua unit handphone, satu set alat hisap dan satu buah mancis warna kuning.

Editor: Rizky Zulham
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help