TribunPontianak/

Kader Kesehatan Diminta Tingkatkan Kualitas Diri dan Pelayanan Masyarakat

Bupati Sintang Jarot Winarno menegaskan ada tiga pilar dalam pembangunan kesehatan.

Kader Kesehatan Diminta Tingkatkan Kualitas Diri dan Pelayanan Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Bupati Sintang Jarot Winarno buka workshop upaya peningkatan kualitas kader pusat kesehatan masyarakat dan puskesmas pembantu bidang kesehatan di Lantai 3 Ballroom Hotel My Home Sintang, Selasa (12/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno buka workshop upaya peningkatan kualitas kader pusat kesehatan masyarakat dan puskesmas pembantu bidang kesehatan di Lantai 3 Ballroom Hotel My Home Sintang, Selasa (12/9/2017). 

Workshop diinisiasi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT & Trans) bekerjasama dengan Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta.

Bupati Sintang Jarot Winarno menegaskan ada tiga pilar dalam pembangunan kesehatan yakni paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan meng-cover semuanya dengan asuransi kesehatan dan jaminan kesehatan.

“Paradigma sehat itu bagaimana kita bisa menciptakan kesehatan baik. Kesehatan merupakan arus utama dalam kehidupan,” ungkapnya.

(Baca: Sempat Sembunyi di Kebun Sawit, Pelarian Pelaku Pemerkosaan di Sintang Berakhir di Sambas )

Usai workshop, para kader kesehatan baik perawat, bidan dan tenaga medis Puskesmas diharapkan dapat menerapkan di masyarakat. Jarot menekankan sehat dan pelayanan kesehatan harus diperkuat sesuai standar pelayanan minimal.

“Jika bangunan Puskesmas tidak layak, cepat lapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang. Begitu juga jika tenaga medis kurang. Ini langkah preventif,” pintanya.

Tidak hanya di Puskesmas, Bupati juga meminta kader kesehatan di desa mampu beri pemahaman dan pemberdayaan ke masyarakat. Kedua hal ini penting sebagai bagian upaya wujudkan keberhasilan program Indonesia Sehat.

“Kita tidak bisa berhasil tanpa adanya pemberdayaan kepada masyarakat,” tandasnya.

Perwakilan Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta, Sofia Adriana menerangkan Kabupaten Sintang jadi satu diantara 10 Kabupaten Seluruh Indonesia yang menjadi lokasi pelaksanaan workshop.

“Upaya peningkatan kualitas kader kesehatan perlu dikembangkan dan disinergisitaskan antara pemangku kepentingan,” ucapnya.

Workshop juga jadi wadah pahami problem yang terjadi di wilayah Kabupaten Sintang, sehingga menemukan solusi antara kader kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Sintang.

Sementara itu, Perwakilan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, DR Sutata mengatakan workshop diharapkan dapat tingkatkan upaya promosi gaya hidup masyarakat di kawasan perbatasan.

“Kami harap ini nantinya meningkatkan pengetahuan kesehatan dan pengendalian penyakit para kader kesehatan, mengetahui rancangan model pelayanan kesehatan, serta mendeteksi dini penyakit menular maupun tidak menular,” singkatnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help