TribunPontianak/

Dewan Dukung Penertiban Pengisian BBM di SPBU

Kita merasa sangat terganggu karena adanya proses pengisian BBM menggunakan jeriken ini...

Dewan Dukung Penertiban Pengisian BBM di SPBU
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Ketua DPRD Ketapang, Budi Mateus mendukung langkah Kapolres Ketapang menertibkan pengisian BBM di SPBU-SPBU Ketapang. Khususnya terhadap pembelian BBM menggunakan jeriken atau drum yang tak sesuai aturan.

“Apalagi sudah jelas banyak masyarakat mengeluhkannya. Kita merasa sangat terganggu karena adanya proses pengisian BBM menggunakan jeriken ini,” katanya kepada awak media di Ketapang, Selasa (12/9/2017).

“Jadi DPRD Ketapang sangat mendukung langkah-langkah Kepolisian untuk menertibkannya. Kita bercermin pada daerah lain lah. Masa di SPBU Kota Ketapang ini masih jam berapa saja minyaknya sudah tidak ada,” lanjutnya.

(Baca: SPBU Diintruksikan Dahulukan Pengisian Umum )

Sebab itu ia meminta Kepolisiaan menegakkan peraturan yang berlaku. Pihak SPBU tidak melanggar aturan sebagaimana yang diatur terkait peran dan fungsinya. Terkait pernyataan Manager SPBU Pawan Raya Utama di Jl DI Panjaitan Ketapang, Budi.

Bahwa pihaknya bebas menjual BBM khususnya petralet kepada pembeli menggunakan jeriken dan drum berapa banyak pun. Serta tidak membedakan pelayanan antara pembelian menggunakan jeriken atau drum dengan masyarakat umum.

Budi menegaskan hala itu sama saja membuat kacau. “SPBU itu penjualan akhir jadi sebenarnya tidak boleh menjual kepada yang mau berjualan lagi. Kecuali yang ada rekomendasi untuk disalurkan ke kecamatan yang tak ada SPBU,” jelasnya.

Ia menegaskan jika SPBU tetap melayani pembelian BBM menggunakan jeriken atau drum yang tidak jelas atau tak ada rekomendasi itu. Maka hal itu merupakan pelanggaran. “Sebenarnya kita tidak masalah dalam hal ini,” tuturnya.

“Asalkan masyarakat umum sudah terlayani secara bagus dahulu. Misalnya jam buka mereka sudah maksimal dan minyaknya masih sisa baru dijual ke jeriken atau drum itu. Tapi sekarang kan belum berapa lama buka minyaknya sudah habis,” lanjutnya.

Ketua DPRD Ketapang mencontohkan misalnya SPBU di Kecamatan Laur menurutnya sudah tertib dan dinilainya bagus melayani masyarakat. “Mereka tak melayani pembelian jeriken dan kalau mau ngisi kendaraan datang ke SPBU langsung,” ujarnya. 

Penulis: Subandi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help