TribunPontianak/

Cegah Stunting, IMA World Health Gelar Program Kampanye Gizi

Kita di sini memparkan apa yang sudah kami lakukan di Kabupaten Landak dari dampak positifnya untuk ditularkan ke daerah-daerah lainnya.

Cegah Stunting, IMA World Health Gelar Program Kampanye Gizi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MADROSID
Kegiatan IMA membahas apa yang suda dicapai dan evaluasi terhadap program IMA Wordl Health guna merangkul semua pihak memperhatikan potenai stunting di kalbar sekama dua hri 12-13 Sepetember 2017 di Hotel Golden Tulip, Selasa (12/9). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - IMA World Health melalui konsorsium Yayasan Dian Tama, PPSW Borneo dan PKBI Kalbar, menggelar lessons learned program kampanye gizi di Kabupaten Landak dan Kalbar di Hotel Golden Tulip selama dua hari 12 sampai Sepmtermber 2017.

Kegiatan itu bertujuan untuk mengajak seluruh pihak, terutama pemerintah, untuk mendorong perhatiannya terhadap kondisi mengkhawatirkan stunting yaitu kondisi kekerdilan pada anak akibat kekurangan gizi.

Manajer Mitra IMA World Health, Kampanye gizi nasional di Kabupaten Landak Rosmaniar mengatakan Kabupaten Landan sebagai pilot project dalam mengurangi stunting di masyarakat.

"Kita di sini memparkan apa yang sudah kami lakukan di Kabupaten Landak dari dampak positifnya untuk ditularkan ke daerah-daerah lainnya. Serta melakukan evaluasi bersama apa yang menjadi kendala sehingga kedepannya bisa berjalan lebih baik," ujar Rosmaniar saat menggelar kegiatan Lessons Learned, Selasa (12/9/2017).

(Baca: Tonton Video Workshop Cegah Stunting di Kapuas Hulu )

Ia menerangkan bahwa sebagai pilot project, Kabupaten Landak sendiri keterlibatan IMA telah berhasilan menggiring terbentuknya Peraturan Bupati (Perbup) untuk mengalokasikan dana desa dan ADD dalam bentuk fisik dan kampanye terhadap kesehatan, menangkal terjadinya angka stunting.

"Pencegahan stunting, ini sangat luas dari semua masalah kesehatan. Dari makanan yang harus dijaga, lingkungan dan prilaku. Makanya kita melakukan kampanye kesehatan gizi untuk mengurangi stunting," ungkapnya.

Menurutnya dari kasuistis di Kabupaten Landak tentu perlu menjadi perhatian di Kalbar, terkait potensi stunting di seluruh daerah.

"Kedepan kita akan laksanakan hal yang sama pada tiga daerah yang memiliki potensi jumlah anak stunting. Kabupaten Sintang, Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Kapuas Hulu. Biasanya daerah yang tidak belum tentu tidak ada, kemungkinan karena belum terdata saja," ungkapnya. 

Pihaknya telah berjalan setahun awal ini, coba melakukan penyadaran terlebih dahulu kepada masyarakat. Apa stunting dan dampak. Harapannya setelah tahu dampak jangka panjang dan pendek.

"Masyarakat bisa memperbaikinya dengan merubah cara pandang. Dengan menjaga asupan makanan, lingkungan dan prilaku. Semuanya bisa dilakukan dengan mudah dan tepat jika sudah tahu caranya," terangnya.

Untuk mecegah stunting ini, semua pihak harus berperan. Dukungannya juga sejak anak masih dalam kandungan, mulai dari 1000 hari kehidupan anak sejak hamil, sudah harus mulai menjaga agar janin sehat nantinya.

"Dalam hal ini kita melakukan pendekatan MSF ke kesehatan, posyandu, serta keterlibat banyak pihak. Agar masyarakat dapat menjaga makanan dan lingkungannya," pungkasnya.

Penulis: Madrosid
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help