TribunPontianak/

BI, BUMD Pangan Penting, Pemerintah Bisa Gandeng Swasta

Harga komoditi yang kerap melonjak dan memicu inflasi di Kota Pontianak sepertinya menjadi tantangan bagi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

BI, BUMD Pangan Penting, Pemerintah Bisa Gandeng Swasta
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Foto bersama peraih TPID terbaik yang diumumkan dalam Rapat Koordinasi se-Kalimantan Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Disemilasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalbar pada Selasa (12/9/2017 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Harga komoditi yang kerap melonjak dan memicu inflasi di Kota Pontianak sepertinya menjadi tantangan bagi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Mencermati masih tingginya faktor risiko dan tantangan dalam pengendalian inflasi yang dihadapi, koordinasi TPID se-Provinsi Kalbar terus memperkuat dan fokuskan menjaga stok serta kelancaran distribusi bahan pangan strategis.

Beberapa langkah pengendalian inflasi yang telah dilakukan oleh TPID se-Kalbar diantaranya peninjauan langsung ke pasar tradisional untuk memastikan kecukupan stok komoditas pangan.

TPId Kalbar juga terus mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam pengendalian inflasi dengan memanfaatkan informasi digital seperti PIHPS (tingkat nasional), PIPHS Enggang (tingkat provinsi) serta GENCIL Kota Pontianak.

(Baca: Pemerintah Didesak Hentikan Pengrusakan Hutan di Hulu Sungai Jelai )

Untuk memberikan percontohan kesuksesan BUMD bidang pangan, Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Kalbar dalam Rapat Koordinasi se-Kalimantan Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Disemilasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalbar pada Selasa (12/9/2017) mendatangkan Badan Pengelola BUM DKI Jakarta dan PT Food Station Tjipinang Jaya.

Bergerak di bidang pangan, selain mampu menjaga stabilitas pangan, Food Station juga sukses meraup laba hingga Rp9 miliar perbulan. kepala KPw BI Provinsi Kalbar, Dwi Suslamanto mengatakan kehadiran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang konsentrasi mengelola pangan di Kalbar sangat penting.

Dwi mengatakan di Kalbar belum ada BUMD yang bergerak di bidang pangan.

"Minimal harus ada 3, bidang pangan, jasa perdagangan dan produksi serta pemasaran. Jika mau di revitalisasi bisa, hanya saja untuk yang bidang perdagangan alatnya kita lihat lengkap. Memang harus bertahap, mereka APBD besar kalau kita kan kecil. Jika dengan strategi tadi bisa tapi dengan kerjasama pihak swasta," ujar Dwi.

Halaman
12
Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help