TribunPontianak/

BNN Berdayakan Masyarakat Berantas Narkotika.

"Guna menyelamatkan anak bangsa diperlukan keterlibatan komponen masyarakat dan LSM dengan cara sosialisasi, advokasi dan desiminasi informasi...,"

BNN Berdayakan Masyarakat Berantas Narkotika.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TRY JULIANSYAH
Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba, yang diselenggarakan BBN Kota Singkawang di Aula Restoran Kampung Batu, Senin (10/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribunpontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Pemkot Singkawang menggelar Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba, di Aula Restoran Kampung Batu, Senin (10/9/2017).

Menurut Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan (P2M) BNN Kota Singkawang, Herwandi Deka, konsepsi pemberdayaan masyarakat anti narkoba diantaranya sebagai upaya memobilisasi seluruh sumberdaya yang ada untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam penanganan narkoba yang meliputi aspek pencegahan, rehabilitasi dan pemberantasan.

"Guna menyelamatkan anak bangsa diperlukan keterlibatan komponen masyarakat dan LSM dengan cara sosialisasi, advokasi dan desiminasi informasi. Ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan, rehabilitasi dan pemberantasan narkoba," ujarnya.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat anti narkoba dapat dilakukan dengan berbagai cara.

(Baca: Banjir Kerap Genangi Singkawang, Tagana Ungkap Alasannya )

Diantaranya melatih masyarakat sebagai kader anti narkoba, warga/kader merekrut dan melatih warga lainnya di satu lingkungan, dan melakukan desiminasi informasi P4GN di lingkungan masyarakat, lingkungan kerja dan lingkungan pendidikan.

"Upaya ini sudah kita lakukan dengan pembentukan kader beberapa waktu lalu, dengan melibatkan para pelajar dan mahasiswa. Ini bertujuan agar mereka bisa menyampaikan edukasi tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan atau sesama mereka," lanjutnya.

Menurutnya  mahasiswa dan pelajar merupakan bagian dari masyarakat  intelektual dan terdidik.

Tentunya diharapkan dari mereka mampu untuk menyampaikan pesan di lingkungan mereka.

"Pembentukan kader tidak hanya sekedar seremonial belaka, namun akan dipantau terus apakah kader atau pendamping itu sudah menyampaikan kalimat atau ajakan di lingkungan mereka untuk tidak mencoba, mengenal, apalagi memakai atau mengguna narkoba," katanya.

Selain pembentukan kader, BNN juga akan membentuk jejaring informasi dan membentuk grup di aplikasi pesan Whatsapp (WA) untuk tim inti dari para pendamping yang jumlahnya mencapai lebih dari 30 orang.

"Sehingga apa yang kita harapkan Generasi Emas Tanpa Narkoba betul-betul bisa tercapai khususnya di Kota Singkawang," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help