TribunPontianak/

Pasien Ditandu Akibat Jalan Rusak

Ternyata, Pasien Ditandu Bukan Pertama Kali. Ini Cerita Kepala Puskesmas di Kayong Utara

Triana merupakan pasien yang kesekian yang ia dan rekan rekan di Puskesmas jemput dari rumah warga dengan mobil pribadi yang berubah fungsi...

Ternyata, Pasien Ditandu Bukan Pertama Kali. Ini Cerita Kepala Puskesmas di Kayong Utara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Warga memandu pasien yang sedang sakit menuju Puskesmas Telaga Arum, Minggu (10/9/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA -  Terkait satu diantara warga atas nama Triana ( 35 ) pasien asma asal TR 7 trasmigrasi Kecamatan Seponti terpaksa ditandu oleh warga dan keluarga untuk dirawat di Puskesmas Telaga Arum dibenarkan  Kepala Puskesmas Telaga Arum, Kosim.

Ia mengatakan kondisi jalan menuju puskesmas sejatinya dapat diakses dari dua jalan, namun saat ini kedua jalan tersebut rusak parah dan sudah tidak lagi dapat diakses kendaraan apapun tak terkecuali motor dan mobil.

"Untuk membawa pasien terpaksa ditandu, karena mobil saya sudah tidak bisa menembus jalan menuju puskesmas, karena jalan berlumpur dan licin," kata Kosim, Minggu (10/9/2017)

(Baca: BREAKING NEWS : Miris! Pasien Harus Ditandu Akibat Jalan Rusak Parah )

Dijelaskannya, untuk pasien atas nama Triana merupakan pasien yang kesekian yang ia dan rekan rekan di Puskesmas jemput dari rumah warga dengan mobil pribadi yang kini berubah fungsi menjadi mobil antar jemput pasien karena puskesmas ini tak memiliki ambulan.

"Ini masih belum seberapa, kalau musim hujan sudah masuk, mobil biasa justru terjebak didalam lumpur dan terpaksa ditinggal, karena kalau dipaksakan mobil bisa terguling," imbuhnya.

Tak jarang, para medis yang hendak berangkat atau pulang dari program puskesmas keliling harus terima melepas sepatu atau pakaian yang serba putih berubah menjadi coklat akibat terjatuh dijalan yang licin.

Selain kondisi jalan yang rusak, satu satunya jembatan penyeberangan menuju puskesmas saat ini sudah resmi ditutup dengan palang pintu bertuliskan larangan melintas.

Karena kondisi jembatan sudah rusak dan membahayakan untuk dilintasi baik orang maupun kendaraan.

"Jembatan sudah ditutup, jadi terpaksa harus memutar mencari jalan alternatif yang lebih jauh," imbuhnya.

Kondisi yang dialami di Puskesmas ini tidak putus sampai disitu karena mereka juga harus kembali berjuang jika terdapat pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit Agoes Djam Kabupaten Ketapang, karena di Kayong Utara sampai saat ini belum tersedia rumah sakit.

Harapan dan usulan untuk perbaikan infrastruktur jalan sudah disampaikan.

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help