TribunPontianak/

Satpol PP Razia Indekos, Kalangan Yang Kerap Terjaring Hingga Ancamannya

Dalam aturan daerah sudah jelas mengatakan tidak boleh ada laki-laki dan perempuan dalam satu kamar tertutup yang bukan pasangan sah.

Satpol PP Razia Indekos, Kalangan Yang Kerap Terjaring Hingga Ancamannya
TRIBUN/DOK
Satpol PP Pontianak menggelar razia kos 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol-PP Kota Pontianak, Nazaruddin mengungkapkan bahwa dalam razia indekos yang rutin dilakukan pihaknya kerap kali mendapatkan kalangan mahasiswa jadi yang paling sering terjaring.

“Dalam satu minggu, minimal dua kali razia dilakukan bersama Propam. Kalau untuk 2017 ini, agak sedikit yang terjaring. Selama ini yang terjaring umumnya mahasiswa atau mereka yang bekerja di swasta," katanya Kepada Tribun Pontianak, Minggu (10/9/2017) pagi. 

Dalam razia terakhir yang dilakukan, cukup banyak pasangan tak sah yang dijaring dari tempat berbeda.

Mereka semua pun dibawa ke pengadilan untuk proses tipiring. Sanksi denda yang diterima berkisar antara 350 ribu sampai 5 juta per orang.

(Baca: BREAKING NEWS : Warga Kerumuni Truk Tabrak Gerobak Pecal di Pasar Parit Baru )

Nazaruddin menyesalkan dalam razia yang sering dilakukan, masih didapatkan temuan.

Padahal pemilik indekos sebenarnya sudah tahu aturan di Kota Pontianak bahwa tidak boleh ada indekos campur.

“Pak Wali pernah mengimbau kalau ada ketentuan bahwa tidak boleh ada indekos campuran. Jika tidak untuk perempuan, untuk laki-laki. Kemudian anak Kota Pontianak tidak boleh indekos kalau punya alasan tidak tepat,” jelasnya.

Dalam aturan daerah sudah jelas mengatakan tidak boleh ada laki-laki dan perempuan dalam satu kamar tertutup yang bukan pasangan sah.

Halaman
12
Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help