TribunPontianak/

Kemenag Imbau Masyarakat Lebih Hati-hati Memilih Travel Umroh

Apalagi, belum lama ini polisi mengungkap kasus penipuan perjalanan haji dan umrah dengan korban ribuan calon jamaah, yaitu First Travel.

Kemenag Imbau Masyarakat Lebih Hati-hati Memilih Travel Umroh
TRIBUN PONTIANAK/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sekadau, Darrohman 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sekadau, Darrohman mengungkapkan belum ada masyarakat Sekadau yang melaporkan menjadi korban dalam hal penipuan travel umrah.

Menurut Darrohman, hal ini menandakan masyarakat Sekadau sudah jeli dan cerdas memilih biro berjalanan umrah.

Namun, ia juga tetap meminta masyarakat agar selalu berhati-hati dalam memilih biro perjalanan haji dan umrah.

Apalagi, belum lama ini polisi mengungkap kasus penipuan perjalanan haji dan umrah dengan korban ribuan calon jamaah, yaitu First Travel.

“Alhamdulillah terkait First Travel, di Sekadau tidak ada korban,” ujarnya Minggu (10/9/2017).

Ia mengatakan, jauh-jauh sebelumnya pihaknya juga telah mengimbau masyarakat untuk berhati-hati bila memilih biro perjalanan haji dan umrah.

Masyarakat tentu harus tahu biro perjalanan yang dipilihnya itu terdaftar dan jelas.

“Jamaah harus tahu. Travel yang dipilihnya terdaftar dan bisa dideteksi, artinya mulai dari kebenaran status travel dan sebagainya harus tahu, ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan,” jelasnya.

Ia mempersilahkan, masyarakat untuk bertanya kepada pihaknya sebelum memilih biro perjalanan haji atau umrah. Apalagi setelah adanya kejadian penipuan dari penyedia umrah.

“Masyarakat khususnya Sekadau harus selalu berhati-hati untuk mengantisipasi terjadinya penipuan. Alangkah baiknya dikoordinasikan atau tanyakan, terutama pada kementerian agama yang membidangi haji dan umrah,” jelasnya.

Darrohman menilai, angka Rp 14 Juta untuk umrah dirasa kurang wajar. Paling tidak, kata dia, ada harga standarnya sehingga masyarakat tidak menjadi korban.

“Sekali lagi kami mengimbau masyarakat harus berhati-hati yang mau umroh atau haji plus. Kalau haji reguler kan dari pemerintah,” harapnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Steven Greatness
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help