TribunPontianak/

Jaringan Gusdurian Ajak Media di Kalbar Bentuk Wacana Publik Lebih Toleran

oordinator Nasional Jaringan GUSDURian, Alissa Q Wahid mengatakan kedatangan pihaknya ke Pontianak karena ingin memotret sebetulnya situasi Pontianak

Jaringan Gusdurian Ajak Media di Kalbar Bentuk Wacana Publik Lebih Toleran
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian, Alissa Q Wahid 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian, Alissa Q Wahid mengatakan bahwa kedatangan pihaknya ke Kota Pontianak karena ingin memotret sebetulnya situasi Pontianak bagaimana terkait dengan riset internet yang dilakukan di beberapa kota besar.

Pihaknya ingin mendapatkan bagaimana gambarannya, buktinya, dan tentu datanya.

Sehingga itu sikap selanjutnya ialah bisa menentukan tindak responsnya bagaimana terhadap temuan tersebut.

(Baca: Diterjang Angin, Pohon Besar Melintang Pukang di Jalan Rasau Jaya. Begini Suasananya! )

Ia mengaku cukup kaget dan tidak menyangka ternyata di Kota Pontianak banyak sentimen yang intensitasnya sudah mulai lebih emosional.

Artinya sentimen yang ditunjukan lebih bersifat primordial dibandingkan sentimen kebangsaan.

"Lalu apa yang kita lakukan, yang pertama kita ingin dan berharap teman-teman media bisa membantu mengkonter ini. Menggunakan fungsinya sebagai pembentuk wacana publik untuk bersama-sama ubah atau putar balik arusnya jangan semakin kencang tapi berkurang," katanya, Minggu (10/9/2017) siang.

Jika wacana ini sudah dibentuk, langkah selanjutnya ialah bagaimana caranya untuk menyisir atau menyemai benih-benih dengan ide-ide kebangsaan.

"Sebab salah satu yang menarik dari temuan ini adalah pilahan, semakin muda semakin tidak toleran, kelompok umur 25-30 itu 20 persen, 20-25 naik jadi 30 persen, 16-20 bahkan sampai 40 persen sikap menolak kelompok lain," katanya.

Halaman
12
Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help