TribunPontianak/

Pilkada Serentak

Jalur Perorangan Perlu 7.545 Dukungan

Untuk jalur perorangan (independen) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kayong Utara (KKU) mematok 7.545 dukungan untuk pasangan calon

Jalur Perorangan Perlu 7.545 Dukungan
TRIBUNFILE/IST
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Untuk jalur perorangan (independen) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kayong Utara (KKU) mematok 7.545 dukungan untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati yang ingin dinyatakan lolos sebagai pasangan calon Pilkada 2018 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Dedy Efendy, di kantor KPU Kayong Utara, Minggu (10/9/2017). Penetapan jumlah dukungan, berdasarkan PKPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota.

(Baca: NasDem Pecat Kader Jika Tak Dukung Pasangan Muda-Jiwo )

Syarat dukungan calon perseorangan ini adalah berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) terakhir, yakni pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014.

"Daftar Pemilih Tetap (DPT) KKU 75.448, sehingga jumlah dukungan paling sedikit adalah 10 persen dari 75.448, yaitu 7.545," terang Dedy Efendy.

Ketua KPU yang juga ketua KONI ini menjelaskan, dengan jumlah dukungan tersebut juga harus memiliki sebaran dukungan paling sedikit 50 persen dari kecamatan yang ada.

(Baca: Ketua KTI Kalbar Komit Matangkan Potensi Ari Agustian )

Sementara itu, untuk pasangan calon yang maju dari partai politik atau gabungan partai politik, 5 kursi menjadi syarat dukungan yang wajib dibawa pasangan calon.

PKPU Nomor 3 Tahun 2017, mensyaratkan 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi suara sah partai politik hasil pemilu 2014.

"Maka di KKU, 20 persen dukungan kursi itu paling sedikit 5 kursi DPRD KKU. Kalau akumulasi suara 25 persen yaitu 14.195 suara sah." jelasnya.

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help