TribunPontianak/

Akmal Dukung Penerapan Kawasan Tanpa Rokok

Sekretaris Komisi D DPRD Sanggau, Akmal mendukung rencana penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) oleh Pemkab Sanggau.

Akmal Dukung Penerapan Kawasan Tanpa Rokok
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Hendri Chornelius
Sekretaris Komisi D DPRD Sanggau, Akmal SE 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Sekretaris Komisi D DPRD Sanggau, Akmal mendukung rencana penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) oleh Pemkab Sanggau.

Minimal ada dua tempat yang harus benar-benar bebas dari asap rokok, yakni gedung sekolah dan rumah sakit.

“Sarana pendidikan dan kesehatan harusnya sudah bebas dari rokok. Seperti di RS Normah, Kuching. Dulu di dalam pagar rumah sakit masih boleh merokok. Sekarang sudah tidak bisa lagi. Namun mereka menyediakan smoking area, tapi tempatnya jauh,” katanya, Minggu (10/9/2017).

(Baca: Soal Biro Umrah, Jangan Mudah Tergiur Biaya Murah )

Menurutnya, terhadap gedung-gedung sekolah, asap rokok akan sangat mengganggu konsentrasi jika terpapar pada para siswa.

“Termasuk gurunya juga harus memberi contoh. Jangan merokok di sekolah,” jelasnya.

Namun, lanjut Politisi PKPI Sanggau ini, sampai saat ini belum dibuat Perda tentang KTR. “Memang kemarin ada rencana mau dibahas, tapi belum sempat karena padatnya jadwal. Yang jelas kita tetap mendukung,” katanya.

(Baca: Pasien Harus Ditandu, Mobil Ambulan Rusak )

Akmal menyarankan jika dalam Raperda bebas rokok tersebut nantinya lebih ditekankan pada pemahaman masyarakat tentang dampak rokok bagi orang sekitar.

Namun ia mengaku belum melihat draft Raperda tersebut.

“Kalau pun ada usulan dari Komisi D nantinya, ya itu dulu yang dimunculkan,” ujarnya.

(Baca: Inilah Pria Beristri Lebih dari 7 Orang, Nomor 6 Miliki Berlian Seharga Rp 2 Triliun )

Soal sanksi, Akmal mengaku akan melihat bagaimana regulasinya ke depan. “Kalau di tempat-tempat yang vital, seperti rumah sakit dan sekolah, ya sanksinya tidak hanya teguran,” tegasnya.

Sementara untuk faslitias umum lainnya, ia menyarankan, apabila mau diberlakukan KTR, setidaknya disediakan smoking area.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help