TribunPontianak/
Home »

Bisnis

» Makro

Pemerintah Tentukan Harga Eceran Tertinggi Beras Kalbar

Ridwan menuturkan, dengan adanya penetapan HET diharapkan dapat menjadi pemicu kesejahteraan petani menjadi semakin membaik.

Pemerintah Tentukan Harga Eceran Tertinggi Beras Kalbar
Beras 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah mematok harga beras di Jawa hingga Papua lewat mekanisme Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kebijakan tersebut diatur mulai berlaku pada awal September kemarin untuk pasar becek hingga ritel modern.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalimantan Barat (Kalbar), Muhammad Ridwan menuturkan, tujuan utama ditentukan HET beras yakni untuk menjaga daya beli masyarakat apalagi beras merupakan komoditas utama di negeri ini.

"HET juga terkait dengan kepentingan perlindungan konsumen, regulasi yang terbit ini diharapkan dapat membuat konsumen membayar atau membeli secara wajar atau tidak berlelebihan dari harga semestinya," katanya, Sabtu (9/9/2017).

Ridwan menuturkan, dengan adanya penetapan HET diharapkan dapat menjadi pemicu kesejahteraan petani menjadi semakin membaik, dan pelaku usaha juga memperoleh keuntungan yang wajar.

"Kita secara informal sudah sempat menyampaikan HET ini ke beberapa pelaku usaha, dan dalam waktu dekat, kita akan adakan pertemuan dengan pelaku usaha dan instansi terkait mencermati beberapa kebijakan yang berkaitan dengan bahan pokok," ungkapnya.

Di Kalimantan Barat, HET beras yang telah ditetapkan yakni Rp 9.950/kg untuk beras medium, sedangkan Rp 13.300/kg untuk beras premium.

Dalam hal pengawasan, lanjut dia, akan dilakukan secara sinergis dengan instansi terkait lainnya dalam upaya melaksanakan amanah yang telah diperintahkan oleh peraturan perundang-undangan perdagangan.

"Hal ini dilakukan secara bertahap sebagaimna yang lazim dilakukan dalam mengawal implementasi regulasi di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Steven Greatness
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help