TribunPontianak/

Selama 2017, BNNK Sintang Baru Ungkap Dua Kasus Narkoba

Agus Akhmadin menerangkan selama tahun 2017, pihaknya telah mengungkap dua kasus peredaran narkoba di Kabupaten Sintang.

Selama 2017, BNNK Sintang Baru Ungkap Dua Kasus Narkoba
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Suasana diskusi peringatan Hari Anti Narkoba International (HANI) di Balai Praja Kompleks Kantor Bupati Sintang, Jumat (8/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sintang Agus Akhmadin menerangkan selama tahun 2017, pihaknya telah mengungkap dua kasus peredaran narkoba di Kabupaten Sintang.

“Tahun ini, kami baru ungkap dua kasus narkoba,” ungkapnya saat peringatan Hari Anti Narkoba International (HANI) di Balai Praja Kompleks Kantor Bupati Sintang, Jumat (8/9/2017).

Agus menambahkan kendati alami keterbatasan personel sejak berdiri pada tahun 2015 lalu.

(Baca: Bupati Sintang: Narkoba Akibatkan Lost Generation )

Pihaknya terus berupaya maksimal dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Kami maksimalkan penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkotika ke masyarakat. Masyarakat harus terlibat dalam P4GN. Sesuai tema peringatan Hari Anti Narkoba Internasional tahun 2017 ini, yakni peran aktif dan pendayagunaan komponen dan potensi bangsa dalam menghadapi keadaan darurat Narkoba menuju Indonesia yang sehat,” terangnya.

Selama ini, BNN juga telah melakukan tes urine terhadap sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang. Hal ini sebagai upaya mengetahui kemungkinan Aparatur Sipil Negara (ASN) terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Tidak hanya instansi pemerintahan, namun juga tes urine di instansi swasta. Kami berharap dukungan dari masyarakat untuk upaya P4GN,” tandasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help