TribunPontianak/

Rawan Pencurian Data Nasabah, Bank Indonesia Keluarkan Larangan Double Swipe

Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan larangan dilakukannya penggesekan ganda kartu kredit dan debit.

Rawan Pencurian Data Nasabah, Bank Indonesia Keluarkan Larangan Double Swipe
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Kepala Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalbar, Dwi Suslamanto. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan larangan dilakukannya penggesekan ganda kartu kredit dan debit.

Setiap transaksi yang menggunakan kartu hanya boleh digesek sekali di mesin Electronic Data Capture (EDC) dan tidak boleh dilakukan penggesekan lainnya, termasuk di mesin kasir.

Kepala Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalbar, Dwi Suslamanto mengatakan penggesekan ganda terhadap kartu atau double swipe perlu diwaspadai.

(Baca: BI Larang Penggesekan Ganda di Transaksi Non-Tunai, Bagaimana Jika Tak Bawa Uang Cash? )

Praktik ini diakui Dwi rawan pencurian data pribadi nasabah hingga pembobolan kartu mencakup debet kredit dan kartu e-money yang teregistrasi. Dwi menegaskan menggesek kartu selain di EDC umumnya bertujuan mengcopy data nasabah.

"Itu ada di peraturan Bank Indonesia nomor 14/40/2016 tentang penyelenggaraan pemprosesan transaksi pembayaran di pasal 34 huruf C. Bank Indonesia melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi data pembayaran selain untuk tujuan transaksi memprosesan pembayaran, "ujar Dwi pada Jumat (8/9/2017).

Bank Indonesia kata Dwi dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi terkait ketentuan pelarangan penggesekan dua kali atau double swipe. Dwi juga mengingatkan konsumen harus memastikan bahwa penggesekan hanya dilakukan di EDC. "Kita akan gencar lakukan sosialisasi dengan mengundang asosiasi ritel termasuk perbankan. Karena tidak boleh merchant ini mengcopy data nasabah. Kan dilindungi undang-undang, "ujarnya.

Kalbar dengan cakupan wilayah yang luas dengan ritel yang tersebar kata Dwi juga menjadi tantangan tersendiri. Oleh karenanya ia berharap masyarakat berperan aktif dan menjadi konsumen cerdas. "Masyarakat jangan mau kartunya di gesek dua kali. Sosialisasi selain melalui website juga kita upayakan melalui stiker di ritel, "ujarnya.

Dwi mengaku penggesekan dua kali sering terjadi misalnya saat belanja di mall. "Sering jika kita belanja di mall. Sejauh ini penipuan-penipuan terjadi dari itu, meskipun belum terjadi dan tidak ada laporan tapi itu pontensi. Bisa jadi data digandakan di luar Kalbar. Seperti ada yang tidak punya kartu kredit tetapi ada tagihannya," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help