TribunPontianak/

Pertanyakan Kesiapan Provider, Aprindo Siap Jalankan Aturan BI

Menanggapi hal tersebut ia pun terbuka untuk menerima informasi dari Bank Indonesia terkait penjelasan detail aturan tersebut.

Pertanyakan Kesiapan Provider, Aprindo Siap Jalankan Aturan BI
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Konsumen bertransaksi di ritel modern Pang 5, di Pal 5. Meski menyediakan berbagai EDC namun masyarakat belum terbiasa dengan transaksi non tunai. Transaksi non tunai justru kerap dilakukan oleh pengunjung mall, dan beberapa ritel di pusat perbelanjaan 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Kalimantan Barat, Daniel Edward Tangkau mengaku sudah mendengar aturan Bank Indonesia (BI) terkait larangan penggesekan ganda dalam transaksi nontunai, baik kartu kredit maupun kartu debit.

Menanggapi hal tersebut ia pun terbuka untuk menerima informasi dari Bank Indonesia terkait penjelasan detail aturan tersebut.

"Jika hasilnya bagus tidak masalah karena gesek dua kali biasanya dikarenakan signal. Jika provider memastikan tidak ada gangguan dan menjamin kemudahan transaksi tidak masalah. Kejadiannya kan biasanya gagal dan tidak bisa melakukan pembayaran. Tergantung alat yang ada dan kesiapan provider jika adanya ketakutan seperti itu, "tegas Daniel pada Jumat (8/9/2017).

(Baca: Rawan Pencurian Data Nasabah, Bank Indonesia Keluarkan Larangan Double Swipe )

Apalagi dengan sistem yang digunakan online bank kata Daniel harus memastikan transaski sukses satu kali gesek.

"Jika satu kali gesek sukses, its okay. Jika tidak siap artinya masalah dengan aturan Bank Indonesia ini. Kita selaku konsumen melaporkan repot lagi. Ujung-ujungnya harus transaksi cash, karena orang takut sampai menggesek dua kali padahal karena memang gagal," ujarnya.

Untuk menyamakan persepsi kata Daniel pihaknya siap mengikuti sosialisasi dan berkomunikasi dengan Bank Indonesia. "Kita kan masih tidak tau akibat dari gesek dua kali itu. Makanya kasih saja ketika transaksi pertama gagal. Malah ada yang kita pakai non tunai di tolak karena lagi ndak bisa. Intinya kita mendengarkan dulu jika baik kita ikuti saja asal bener," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help