TribunPontianak/

Pegawai PN Ketapang Sebut Hakim Suryana yang Kena OTT di Bengkulu Dikenal Baik

Orangnya, sama pegawai di PN Ketapang ketika itu bagus, komunikasinya baik dan cukup terbuka

Pegawai PN Ketapang Sebut Hakim Suryana yang Kena OTT di Bengkulu Dikenal Baik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SUBANDI
Pegawai PN Ketapang, Stepanus di PN Ketapang, Jumat (8/9). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Pegawai Pengadilan Negeri (PN) Ketapang,  Stepanus Lido Sinambela mengatakan Hakim Suryana yang terjaring  Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini menjabat Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu pernah menjabat di PN Ketapang beberapa tahun silam.

“Kalau Hakim bernama Dewi Suryana tidak ada. Seingat saya yang ada hanya hakim bernama Suryana saja dan beliau tugas di PN Ketapang pada 2006,” kata pegawai PN Ketapang, Stepanus Lido Sinambela, di Ketapang, Jumat (8/9).

(Baca: Aktivis Sambas Gelar Aksi Kemanusiaan Sejuta Doa untuk Rohingya )

Menurutnya ketika itu merupakan penemptan pertama Hakim Suryana. “Ketika itu penempatan pertama beliau dari Cakim menjadi Hakim. Orangnya, sama pegawai di PN Ketapang ketika itu bagus, komunikasinya baik dan cukup terbuka,” ucapnya.

“Beliau juga mau bergaul sering jalan sama yang lain. Jadi kalau saya lihat orangnya enak. Tapi karena saya baru dan beliau juga baru. Jadi saya tidak begitu berani mendekatkan diri. Apalagi antara pegawai dan Hakim bagaimana pun kita harus menjaga jarak,” lanjutnya.

Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu, Suryana, tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (7/9/2017). Suryana adalah hakim Tipikor Bengkulu yang ditangkap KPK karena diduga menerima suap terkait penanganan perkara.
Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu, Suryana, tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (7/9/2017). Suryana adalah hakim Tipikor Bengkulu yang ditangkap KPK karena diduga menerima suap terkait penanganan perkara. 

Ia menjelaskan Hakim Suryana itu domisilinya tidak di Ketapang tapi di Pontianak. Jadi kalau Lebaran dan pulang kadang-kadang ia disuruh jaga rumah dinas yang ditempati Hakim Suryana.

“Beliau minta tolong jagakan rumahnya. “Kalau di rumahnya, masalah makan dan minum tetap disediakan beliau, orangnya baik,” ungkapnya.  

Terhadap persidangan ia mengaku tidak pernah masuk pada materi persidangan Hakim Suryana. Namun sepengetahuannya jika perkara perlindungan anak. Maka Hakim Suryana sangat tegas dalam memutuskan perkaranya.

(Baca: Maslikan: OTT Hakim Cemarkan Nama Lembaga )

“Sepertinya beliau sangat anti terhadap kasus perlindungan anak. Selama bertugas di Ketapang saya juga tak pernah mendengar ada yang mengeluhkan beliau. Misalnya beliau melakukan pungutan liar atau bermain-main pada perkara,” tuturnya.

“Mungkin dahulu itu beliau baru. Kemudiang mungkin juga pengaruh lingkungan karena di Bengkulu kan sudah banyak ditangkap. Kalau beliau di sini dahulunya adem-adem saja. Apalagi seperti kasus korupsikan tak ada sidang di PN Ketapang ini,” tambahnya.

Penulis: Subandi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help