TribunPontianak/

Bupati Sintang: Narkoba Akibatkan Lost Generation

Narkoba jadi momok mengerikan, bayangkan saja jumlah korban terjerat dalam penyalahgunaan narkoba kian banyak.

Bupati Sintang: Narkoba Akibatkan Lost Generation
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Suasana diskusi peringatan Hari Anti Narkoba International (HANI) di Balai Praja Kompleks Kantor Bupati Sintang, Jumat (8/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Bupati Sintang Jarot Winarno menegaskan kejahatan narkoba merupakan kejahatan terorganisir yang tidak bisa dianggap remeh. Narkoba mengakibatkan kerugian besar bagi bangsa dan negara.

“Tidak hanya kerugian kesehatan, ekonomi, sosial dan keamanan. Paling parah narkoba mengakibatkan lost generation. Generasi bangsa bisa hilang,” ungkapnya saat hadiri peringatan Hari Anti Narkoba International (HANI) di Balai Praja Kompleks Kantor Bupati Sintang, Jumat (8/9/2017).

Narkoba jadi momok mengerikan, bayangkan saja jumlah korban terjerat dalam penyalahgunaan narkoba kian banyak.

(Baca: Video Wabup Sintang Tinjau Lokasi Banjir Jalan Cadika )

Berdasarkan data penelitian, setiap tahunnya korban meninggal akibat penyalahgunaan narkoba tembus 100 ribu orang di seluruh dunia.

“Semua masyarakat bisa jadi sasaran. Tanpa memandang siapa dia, pendidikannya apa, umur berapa, strata sosial dan ekonomi. Dari kalangan bawah sampai artis dan pejabat juga bisa jadi korban,” terangnya.

(Baca: Kondisi Rumah Warga Jalan Cadika Sintang yang Terkena Banjir   )

Narkoba menjadi perhatian serius negara-negara di dunia. Pasalnya, kejahatan narkoba dilakukan teroganisir dan bersifat transnasional atau lintas negara. Peredaran narkoba dikuasai dan dikelola oleh sindikat-sindikat yang semakin cerdik dan tidak jera. Indonesia menjadi pasar terbesar di Asia.

“Diperlukan aksi nyata dan perhatian serius guna memberantas narkoba ini. Karena tidak hanya berdampak bagi penyalahguna narkoba saja. Narkoba dapat merugikan orang lain yang bukan penyalahguna. Narkoba dapat melatarbelakangi terjadinya berbagai tindakan kriminalitas seperti pembunuhan, pencurian, pemerkosaan dan lainnya,” jelasnya.

Jarot meminta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sintang sebagai leading sector penanganan narkotika giatkan penyuluhan keterampilan bagi masyarakat agar tidak terlibat narkoba. Hal ini sebagai upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Masalah narkoba harus dihadapi dengan pelibatan masyarakat. Pencegahan harus gencar mulai tingkat kabupaten sampai desa, bahkan lingkungan terkecil yakni keluarga. Saya juga berharap sinergisitas upaya pemberantasan dan rehabilitasi guna memutus mata rantai narkoba,” pintanya.

Tidak hanya BNNK, Jarot juga menginstruksikan aparat penegak hukum dan keamanan lakukan upaya P4GN baik di institusi masing-masing maupun di wilayah Kabupaten Sintang. Keberhasilan perang besar melawan narkoba berada di tangan seluruh elemen masyarakat.

“Bukan hanya pemerintah saja, semua harus turut andil sesuai kapasitas diri masing-masing.  Saya tidak akan beri toleransi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjerat dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Hukumannya tegas,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help