TribunPontianak/

BI Larang Penggesekan Ganda di Transaksi Non-Tunai, Bagaimana Jika Tak Bawa Uang Cash?

Bank Indonesia (BI) mengeluarkan aturan larangan penggesekan ganda dalam transaksi nontunai, baik kartu kredit maupun kartu debit.

BI Larang Penggesekan Ganda di Transaksi Non-Tunai, Bagaimana Jika Tak Bawa Uang Cash?
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Saat ini banyak supermarket menyediakan EDC untuk mempermudah transaksi nasabah. Seperti Supermarket Pang 5 di Pal 5. Aturan terbaru Bank Indonesia melakukan pelarangan gesek dua kali saat pembayaran 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bank Indonesia (BI) mengeluarkan aturan larangan penggesekan ganda dalam transaksi nontunai, baik kartu kredit maupun kartu debit.

Menanggapi hal ini, pengusaha Kalbar, Zulfidar Zaidar mengatakan perlu adanya sosialisasi oleh Bank Indonesia dan bank penyelenggara bersama pengusaha. Hal ini diakuinya menjadi kewajiban lantaran praktek gesek dua kali kerap terjadi.

"Meskipun ini terlambat dan di anggap biasa bagi nasabah. Karena penjelasan dari seorang kasir mengatakan kami belum mendebet kami perlu ulang, sepertinya hal ini biasa saja. BI dan bank penyelenggara bersama pengusaha, wajib melakukan sosialisasi dengan mengundang media cetak dan elektronik, tokoh tokoh masyarakat sebagian bagian bobot informasi kepada masyarakat," ujar Sekretaris Hiswana migas Kalbar ini pada Jumat (8/9/2017).

(Baca: Begini Prediksi Inflasi September Versi Bank Indonesia )

Namun ini menjadi surprise menurut Ketua Umum Periklanan Indonesia Kalbar ini karena adanya penjelasan Bank Indonesia.

Apabila menggesek lebih dari sekali nasabah di rugikan sebab adanya pencurian data dan informasi nasabah.

Konsumen atau masyarakat yang menemukan jugadapat melapor ke Bank Indonesia atau pihak berwenang.

Minta BI Cek Mesin EDC
Bahkan Zurfidar mengaku penggesekan dua kali dengan alasan yang ia paparkan selaku nasabah sering ia alami.

Namun yang menjadi kendala nantinya kata Zurfidar pada saat pembelian barang sudah terjadi, ATM tidak dapat di gesek dan harus berulang.

Di satu sisi pembeli tidak ada memiliki uang cash dan kasir tidak berani melakukan gesekan lagi karena khawatir.

"Untuk itu Bank Indonesia atau bank-bank penyelenggara harus segera melakukan pengecekan mesin Elecktronik Data Capture (EDC), jaringan internet telepon dan melakukan penggantian mesin. Selain itu yang perlu juga bagi penyelenggara harusnya ada alat kontrol untuk ATM atau credit card yang terkadang bermasalah dengan kartunya sendiri," ujar Zurfidar.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help