TribunPontianak/

Awasi Kehadiran Guru, Siswa Bisa Lapor via Online dengan Handphone

Program KIAT Guru bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan. Ya, guru jadi rajin ngajar dan merasa bertanggung jawab.

Awasi Kehadiran Guru, Siswa Bisa Lapor via Online dengan Handphone
TRIBUNPONTIANAK/RIZKY PRABOWO RAHINO
Bupati Sintang Jarot Winarno memberikan sambutan saat membuka kegiatan Rintisan Program KIAT (Kinerja dan Akuntabilitas) Guru di Balai Praja Kantor Bupati Sintang beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Pemkab Sintang jadi satu diantara dari lima kabupaten yang masuk dalam lokakarya refleksi atau pilot project Program Perluasan Rintisan Kinerja dan Akuntabilitas (KIAT) Guru di seluruh Indonesia.

Selain Sintang, ada dua kabupaten lain asal Kalbar  yakni Landak dan Ketapang. Dua kabupaten tersisa asal Provinsi Nusa Tenggara Timur yakni Manggarai Barat dan Manggarai Timur.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sintang Kartiyus menerangkan implementasi program KIAT Guru mengutamakan partisipasi masyarakat dalam pemantauan kehadiran dan menilai kualitas layanan guru di timgkat Sekolah Dasar (SD).

“Ini inisiatif Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang. Jika berhasil di lima kabupaten yang ditunjuk, maka akan diterapkan secara nasional. Tentunya, ini jadi rekomendasi dan evaluasi pemerintah pusat,” ungkapnya, Jumat (8/9/2017) siang.

Baca: Pegawai PN Ketapang Sebut Hakim Suryana yang Kena OTT di Bengkulu Dikenal Baik

Perluasan Program Rintisan KIAT Guru mengaitkan tunjangan guru yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesuai tingkat kehadiran dan kualitas layanan pendidikan.

 Selain melibatkan peran masyarakat, program diharap dapat memperbaiki mekanisme dan transparansi pembayaran tunjangan guru.

“Program KIAT Guru bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan. Ya, guru jadi rajin ngajar dan merasa bertanggung jawab. Terutama di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T),” imbuhnya.

Di Sintang, program rintisan dijalankan di 66 SD se-Kabupaten Sintang. Dalam pelaksanaannya, capaian kesepakatan layanan antara sekolah, peserta didik dan orangtua dievaluasi oleh perwakilan masyarakat sesuai indikator maklumat pelayanan.  

Tidak hanya itu, nantinya keberadaan layanan guru dibuktikan secara akurat menggunakan alat elektronik. Penggunaan aplikasi KIAT Kamera ditanamkan dalam telepon genggam berbasis Android untuk merekam dan mendata kehadiran guru setiap hari.

“Siswa nanti bisa foto gurunya datang ngajar atau tidak pakai handphone. Siswa dan masyarakat bisa memonitor aktivitas guru. Hasil foto itu bisa dilaporkan secara online,” jelasnya.

Kartiyus menambahkan tingkat kehadiran para guru itu akan berpengaruh terhadap penerimaan tunjangan khusus bagi para guru yang berada di daerah 3T.

“Kalau kehadiran guru sebesar 85 persen itu, ada tunjangan khusus yang nanti diberikan di luar tunjangan yang sudah ada. Jika tidak capai ya, ndak dapat. Kami harap program rintisan KIAT Guru ini meningkatkan motivasi, kinerja, dukungan dan pengawasan bagi guru di daerah terpencil,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help