TribunPontianak/

Askiman Nilai Program KIAT Guru Sangat Efektif

Cara ini dinilai orang nomor dua di Bumi Senentang dapat membuat guru-guru aktif mengajar.

Askiman Nilai Program KIAT Guru Sangat Efektif
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Wakil Bupati Sintang Askiman. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Wakil Bupati Sintang Askiman memandang implementasi Program Perluasan Rintisan Kinerja dan Akuntabilitas (KIAT) Guru di Kabupaten Sintang efektif sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kehadiran guru di Indonesia, khususnya Kabupaten Sintang.

“Program KIAT Guru ya ? Saya pikir program ini lebih efektif. Aktivitas guru mengajar murid di sekolah selama enam sampai tujuh jam bisa diawasi dengan kamera handphone. Kemudian dilaporkan secara online sampai ke Pemerintah Pusat,” ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Jumat (8/9/2017) siang.

Cara ini dinilai orang nomor dua di Bumi Senentang dapat membuat guru-guru aktif mengajar.

(Baca: Kondisi Rumah Warga Jalan Cadika Sintang yang Terkena Banjir   )

Selain itu, program KIAT Guru yang melibatkan pengawasan masyarakat juga sangat baik.

“Dengan diawasi siswa, tokoh-tokoh masyarakat, warga dan komponen desa yang ada di situ, akhirnya anak-anak didik lebih berkembang kualitas pendidikannya. Guru rajin masuk dan punya nilai tambah dari sisi penghasilannya,” terangnya.  

Askiman tidak menampik para guru telah mendapat tunjangan khusus di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T), termasuk wilayah perbatasan. Nantinya, penerimaan tunjangan akan diberikan sesuai tingkat kehadiran guru.

“Kalau ndak aktif belajar, mereka ndak dapat. Saya akan buat imbauan dan surat edaran dalam rangka pelaksanaan tugas, pokok, fungsi dan tanggung jawab guru dalam dunia pendidikan,” jelasnya.

Askiman mengimbau kepada semua guru di setiap jenjang pendidikan harus berdiam atau tinggal menetap di tempat tugasnya masing-masing. Dia tidak ingin ada guru yang tempat tinggalnya berbeda desa atau kecamatan dari lokasi sekolah mengajarnya.

“Jangan sampai ada lagi guru tinggal di desa lain atau kecamatan lain tapi dia ngajarnya di kampung. Nanti ada alasan misalnya persoalan cuaca, hujan, waktu, jarak tempuh dan sebagainya. Jalankan tugas dengan baik dan siap sedia di tempat penugasan,” pintanya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help