TribunPontianak/

Rate Turun, Simpanan Deposito Tumbuh

Penurunan suku bunga simpanan deposito ternyata tak mempengaruhi masyarakat dalam menyimpan dana mahalnya.

Rate Turun, Simpanan Deposito Tumbuh
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MASKARTINI
Nasabah bertransaksi di BNI cabang Pontianak 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penurunan suku bunga simpanan deposito ternyata tak mempengaruhi masyarakat dalam menyimpan dana mahalnya.

Beberapa perbankan bahkan mengaku saat ini simpanan deposito masih menunjukkan trend kenaikan.

Jika Bank Muamalat mengaku pertumbuhan Year on Year (YoY) mencapai 20 persen, pertumbuhan juga diakui PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero).

(Baca: Sekolah Terendam Banjir, Aktivitas Belajar di SD 02 Batang Tarang Sementara Diliburkan )

Area Head PT Bank Mandiri Tbk Kalimantan Barat, Ahadi Subri mengakui penempatan deposito masih tetap menarik buat nasabah yang konservatif.

"Kalau rate counter deposito saat ini masih di kisaran 4 persen pa sampai dengan 5 persen pa. Kalau melihat kondisi saat ini masih relatif stabil karena semua bank juga turun ratenya," ujar Ahadi, Kamis (7/9/2017).

Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya menurunkan tingkat suku bunga perbankan di Indonesia.

(Baca: Kecam Tindakan Genosida di Myanmar, Ini Pernyataan Sikap FPR Kalbar )

Hal tersebut untuk menggerakkan roda perekonomian dan mendorong pertumbuhan investasi di Indonesia.

"Untuk saat ini memang ada kondisi rate deposito turun karena pemerintah juga mendorong suku bunga kredit untuk turun. Hal tersebut sektor dunia usaha bisa lebih ringan beban ke banknya," ujarnya.

Pertumbuhan simpanan deposito juga diakui oleh Pemimpin Kantor PT Bank Negara Indonesia (Persero) Cabang Pontianak, Haryanto.

Haryanto yang akrab disapa Boy ini mengaku, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016, simpanan deposito tumbuh 34 persen.

Sedangkan year-to-date ( y-t-d ) simpanan deposito tumbuh sebesar 19 persen.

"Pertimbangan utama nasabah masih memilih investasi ini karena layanan dan kemudahannya. Kedua pertimbangannya dari sisi rate bunga. Selain itu kalau uang tidak dipakai dalam waktu yang relatif sedikit lama maka nasabah lebih memilih deposito daripada tabungan," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help