TribunPontianak/

Mengenal Sejarah Tugu Khatulistiwa dan Peradabannya

Peresmian duplikat Tugu Khatulistiwa dan Kubah pada tanggal 21 September 1991 oleh PARJOKO SURYOKUSUMO Gubernur Kalimantan Barat.

Mengenal Sejarah Tugu Khatulistiwa dan Peradabannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Pengunjung Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument merupakan satu di antara ikon wisata Kota Pontianak, Kamis (7/9/2017). Tugu ini terletak di Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara. Sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument merupakan satu di antara ikon wisata Kota Pontianak.

Tugu ini terletak di Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara. Sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak.

Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941dari V.en. V oleh Opsiter Wiese dikutip dari BIJDRAGENTOT DE GEOGRAPHE dari Chep Van den topographeschen dien in Nederlandsch Indie : Den 31 Sten Maart 1928, telah datang di Pontianak, satu Ekspedisi International yang dipimpin oleh seorang ahli Geographie berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis Equator di kota Pontianak.

Penentuan titik ini dengan konstruksi tugu Pertama yang dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan tanda panah.

(Baca: Yuk! Piknik ke Tugu Khatulistiwa )

Kemudian tahun 1930 disempurmakan, berbentuk tonggak dengan lingkaran dan tanda panah.

Tahun 1938 tugu asli dibangun kembali dengan penyempumaan oleh Opsiter/Architech SILABAN dengan ukuran Bangunan Tugu terdiri dari 4 (empat) buah tonggak belian, masing- masing 0,30 m.

Dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak 2 (dua) buah setinggi 3,05 m dan‘ permukaan tanah dan tonggak bagian belakang tempat Iingkaran dan anak panah petunjuk arah setinggi 4,40 m.

Tahun 1990, Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah dan duplikat Tugunya Khatulistiwa dengan ukuran 5 (lima) x lebih besar dari Tugu yang aslinya adalah 2 buah tonggak bagian depan dengan ukuran 1,5 m dengan ketinggian 15,25 m dari permukaan tanah.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help