TribunPontianak/

Masyarakat Pinoh Utara Rindukan Pembangunan Jalan dan Jembatan

Jalan tersebut menghubungkan kota Nanga Pinoh dengan desa Sungai Raya, desa Manding, desa Merah Arai, desa Engkurai dan desa Merpak...

Masyarakat Pinoh Utara Rindukan Pembangunan Jalan dan Jembatan
Istimewa
Kondisi jalan di kecamatan Pinoh utara,Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Senin (4/9/2017). Jalan ini menghubungkan ibu kota Kabupaten Melawi (Nanga Pinoh) dengan sejumlah desa di kecamatan Pinoh Utara 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Anesh Viduka

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Sungguh memilukan, ditengah pesatnya perkembangan zaman, masyarakat disejumlah desa di kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat harus melalui medan berat, jalan penghubung ibu kota kabupaten Melawi ke sejumlah desa di kecamatan Pinoh Utara rusak parah.

Masyarakat mengeluhkan disaat musim kemarau, jalan tersebut berlubang dan berdebu, di saat musim hujan, jalan berlumpur dan tergenang air, akibatnya kendaraan roda dua maupun roda empat sangat sulit untuk melewati jalan ini.

Jalan tersebut menghubungkan kota Nanga Pinoh (ibu kota Kabupaten Melawi) dengan desa Sungai Raya, desa Manding, desa Merah Arai, desa Engkurai dan desa Merpak.

(Baca: Persiapan Tradisi Ceng Beng, Warga Tionghoa Mempawah Bangun Kapal Dan Pesawat )

Perjuangan masyarakat untuk melalui jalan tersebut semakin berat, tatkala jembatan-jembatan kecil di sejumlah sungai yang dilewati banyak yang tidak layak, bahkan nyaris ambruk.

"Harapan kami masyarakat Pinoh Utara supaya pemerintah melanjutkan pembangunan jembatan Melawi 2, karena menurut kami dengan adanya jembatan Melawi 2, kondisi jalan bisa diperbaiki dan diperhatikan, supaya mudah untuk transportasi ke Kota Nanga Pinoh," Kata Kepala Desa Merah Arai, Kecamatan Pinoh Utara, Indro Wibowo Sth, saat dihubungi via telepon, Selasa (5/9/2017).

Indro mengatakan, dengan kondisi jalan yang seperti saat ini sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat, apalagi mata pencaharian masyarakat di Pinoh Utara adalah petani karet dan berladang.

Kondisi jalan yang rusak parah sangat menyulitkan masyarakat membawa hasil tani untuk dijual ke Nanga pinoh, akibatnya hasil tani terutama getah karet dijual di tempat dengan harga yang sangat murah.

(Baca: Pemkab Kubu Raya Garap 12 Titik Jalan Poros, Ini Harapan Rusman Ali )

Halaman
12
Penulis: Anesh Viduka
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help