TribunPontianak/

Orangtua Jadi TKI, Siswa SMP Diperkosa Saat Tidur Sampai Pendarahan

Akibat kejadian itu, korban yang masih duduk di bangku kelas III di sebuah SMP di Pamekasan, mengalami pendarahan.

Orangtua Jadi TKI, Siswa SMP Diperkosa Saat Tidur Sampai Pendarahan
surabaya.tribunnews.com/Muchsin
Korban pemerkosaan di Pamekasan Madura saat melapor ke Polres Pamekasan, Selasa (29/8/2017). Pelajar SMP yang lama ditinggal orangtuanya menjadi TKI itu diperkosa seorang pria hingga mengalami pendarahan hebat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PAMEKASAN – Malang menimpa Mawar (17), bukan nama sebenarnya.

Warga sebuah desa di Kecamatan Pegantenan, Pamekasan ini menjadi korban perkosaan GF (23),  warga Desa Bulangan Branta, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Senin (29/8/2017) malam.

Akibat kejadian itu, korban yang masih duduk di bangku kelas III di sebuah SMP di Pamekasan, mengalami pendarahan.

Sementara GF yang sudah punya anak istri, setelah memperkosa korban melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran petugas.

Karena tidak diterima korban diperlakukan seperti itu, korban diantar pamannya, Hasyim (27), warga Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, melaporkan kasus yang menimpa dirinya ke Polres Pamekasan, Selasa (29/8/2017).

Baca: Netizen Tak Berani Berkomentar, Pembuatan Tato Mengiris Kulit Ini Tampak Mengerikan

Baca: Tak Jadi Gabung West Ham, Ezra Walian Akhirnya Berlabuh di Tim Ini

Baca: Thailand Akhirnya Dapat Emas, Tundukkan Malaysia Dengan Gol Blunder

Saat melapor ke polres, korban juga didampingi seorang kerabatnya yang juga menjadi saksi. 

Korban terlihat masih traumatik dan syok atas peristiwa itu. Sebab ketika turun dari mobil, korban tidak bisa berjalan, mengaku selangkangannya yang menetes darah itu kesakitan, sehingga korban terpaksa dibopong.

Halaman
123
Editor: Galih Nofrio Nanda
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help