TribunPontianak/

Profesor Dari Boston University Berikan Pembelajaran di Ketapang

Menurut Cheryl untuk membedakan kera dan monyet cukup mudah. Jika berbuntut atau berekor maka disebut monyet sedangkan jika berekor disebut kera.....

Profesor Dari Boston University Berikan Pembelajaran di Ketapang
Tribun Pontianak/Subandi
Profesor Biologi Antropologi di Boston University Prof Cheryl Knott PhD memberikan pembelajaran tentang primate khususnya kera besar dan kecil di dunia kepada pengurus YP di kantor YP belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Profesor Biologi Antropologi di Boston University Prof Cheryl Knott PhD datang ke Ketapang. Kemudian memberikan pembelajar tentang primata khususnya kera besar dan kecil di dunia kepada pengurus Yayasan Palung (YP).

“Ahli tentang primata itu memberikan pembelajaran di kantor YP belum lama ini,” kata Asisten Manager Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye YP, Petrus Kanisius melalui rilisnya kepada Tribun di Ketapan Senin (21/8/2017).

Petrus menuturkan Cheryl memaparkan tentang perbedaan kera dan monyet. 

Menurut Cheryl untuk membedakan kera dan monyet cukup mudah. Jika berbuntut atau berekor maka disebut monyet sedangkan jika tidak berekor disebut kera.

“Di antaranya yang disebut monyet adalah bekantan, bentang, monyet belanda, monyet ekor panjang dan kelasi,” ungkapnya.

(Baca: Lanud Supadio Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris Personel )

Cheryl menjelaskan primata didunia setidaknya ada 290 spesies dibagi menjadi tujuh. Di antaranya gorila dua spesies, simpanse, bonobo, orangutan dua spesies. Sebagai kera besar dan kelempiau karena tak berbuntut disebut kera kecil serta manusia.

Sedangkan kelempiau ada sembilan spesies yakni delapan spesies gibon dan satu siamang. Dalam pembagiannya primata disebutkan pula tingkat pembandingan kecerdasan. Khususnya antara mamalia dan primata yang bisa dilihat dari volume ukuran otaknya.

Otak primata lebih besar daripada mamalia. Sehingga hampir sebagian besar primata memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Sedangkan manusia memiliki ukuran otak yang paling besar. Maka manusia jika boleh dikatakan sebagai makhluk yang sempurna.  

Halaman
123
Penulis: Subandi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help