TribunPontianak/

MMC Libatkan Masyarakat Gagas Ekowisata di Mempawah

Masyarakat belum bisa menjual prodak olahan kreatif ketika banyak pengunjung yang datang

MMC Libatkan Masyarakat Gagas Ekowisata di Mempawah
TRIBUN PONTIANAK/HAMDAN DARSANI
Pengunjung Berfotoria di Manggrove Park Mempawah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pengembagan daerah ekowisata atau ekotoursme saat ini geliatnya mulai terasa denyutnya di Kalbar. Satu di antaranya yang mulai hits setahun terakhir di Mempawah yakni Mempawah Manggrove Park yang digagas oleh Mempawah Manggrove Conservation (MMC), Minggu (20/8/2017)

Ketua sekaligus penggagas MMC, Fajar mengatakan setahun setelah digagas dan mulai dikenal luas oleh masyarakat. Catatan penting yang menjadi pekerjaan rumah adalah bagaimana untuk mengoptimalkan keterlibatan masyarakat.

"Masyarakat belum bisa menjual prodak olahan kreatif ketika banyak pengunjung yang datang, kita mulai melakukan upaya komunikasi intensif kepada masyarkat. Namun kedepan akan kita coba dengan ikut komunikasi dengan kepala desa," ujarnya.

(Baca: Polisi Tegur Pekerja Proyek Jalan Saat Patroli, Ini Penyebabnya

Ia mengatakan akan memberikan pelatihan kepada masyarakat desa pasir, Kecamatan Mempawah Hilir berupa kemampuan kerajinan kreatif seperti souvenir, dan produk kreatif lainya.

"Kawasan mangrove ini dulunya ditanam oleh masyarakat. Pada awalnya kita membangum rumah mangrove. Setelah kita massif berkegiatan, pihak bank indonesia juga memberikan support dana dan mewacanakan wisata dengan konsep edu ekotourisme," ujarnya.

Dirinya mengatakan Pemda saat ini juga telah memberikan ruang terhadap pengembangan ekowisata melalui mekanisme dana bansos.

Mengenai retrisbusi nantinya akan dibuat skema untuk pemasukan bagi desa hingga Kabupaten yang nantinya akan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penanaman mangrove sendiri saat ini telah dilakukan oleh MMC pada lima desa di Mempawah Hilir, di antaranya Desa Pasir, Desa Penibung, Bakau Kecil, Bakau Besar, dan Purun Kecil.

"Harapan dan muara besarnya nanti akan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar," ujarnya.

Sementara itu, Dosen Mata Kuliah Manajemen Pariwisata Fisip Untan Lina Sunyata memberikan apresiasi terhadap gerakan yang digagas oleh MMC yang mengembanhkan konsep ekowisata dengan manggrove.

Ia menilai perlu adanya dukungan penduduk di sekitar ekowisata mangrove. Sektor pariwisata jika diolah dengan baik perekonomian masyarakat akan terdongkrak.

"Mungkin belum menyadari kalau sektor pariwisata dapat meningkat kesejahteraan masyarakat. Contohnya seperti Vietnam. Yang dulunya tidak ada apa-apanya dalam pariwisata namun sekarang telah lebih dulu maju," ujarnya

Selain itu pentingya edukasi kepada masyarakat dan pengunjung tentang pentingnya kebersihan. 

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help