TribunPontianak/

Warga Benahi Pemandian Air Paoh untuk Dongkrak Kunjungan Wisata

Selama ini, dikatakannya untuk pengembangan lokasi wisata hanya sebatas swadaya dari masyarakat setempat.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA - Untuk mendongkrak kunjungan wisata di Kabupaten Kayong Utara, khususnya di tempat wisata pemandian Air Paoh, Kepala Desa Pangkalan Buton Ansari mengatakan, saat ini pihaknya sedang membangun beberapa fasilitas di Air Paoh dengan swadaya masyarakat sekitar.

“Masalah pembangunan yang ada di lokasi wisata tersebut belum ada dilakukan oleh pemerintah. Walau kemarin sempat ada pembangunan pentas yang dilakukan oleh Dinas Priwisata namun itu gagal. Sedang untuk tingkat kebersihan dilokasi tersebut memang harus lebih diperhatikan,” terang Kades Desa Pangkalan Buton Ansari, Jumat (18/8/2017).

Dirinya menilai terdapat beberapa hal yang memang perlu diperhatikan di lokasi wisata tersebut agar pengunjung merasa betah dan ingin kembali ketempat wisata yang ada di Desa Pangkalan Buton. “Untuk pembangunan di air paoh itu memang perlu diperhatikan, seperi saung, jalan, dan kursi untuk bersantai. Tujuannya agar pada saat pengunjung hadir dapat lebih nyaman,” sambungnya.

(Baca Juga: Kayong Utara Belum Siap Full Day School

Selama ini, dikatakannya untuk pengembangan lokasi wisata hanya sebatas swadaya dari masyarakat setempat.

“Kalau pada libur lebaran memang sempat ada penarikan tiket, cuma itu panitia air paoh, yang manarik. hasil dari itu (tiket) digunakan untuk mengadakan hiburan dan biaya untuk kebersihan di sekitar lingkungan lokasi wisata itu (air paoh).”terangnya.

Ia menegaskan untuk hasil tiket dilokasi tersebut tidak ada masuk ke desa, karena kawasan wisata air paoh masuk dalam kawasan Tanaman Nasional Gunung Palung (TNGP).

“Kita sempat mengajukan Perdes, itu tidak disetujui oleh Taman Nasional. Jadi kita hanya berkerjasama bersama TNGP untuk bersama-sama menjaga tanaman yang ada, dan juga menyangkut kebrsihannya,”sambungnya.

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help