TribunPontianak/

Warkop Dango Pangeran untuk Semua Kalangan

Menjamurnya tempat-tempat santai seperti cafe dan Warung Kopi saat ini, membuat para penikmat kopi lebih leluasa untuk mencari atau memilih tujuan...

Warkop Dango Pangeran untuk Semua Kalangan
Tribun Pontianak/ Alfon Pardosi
Pemilik cafe dan resto Dango Pangeran, Tedy (duduk) saat menunggu pelanggan pada Minggu (13/8/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Menjamurnya tempat-tempat santai seperti cafe dan Warung Kopi (Warkop) saat ini, membuat para penikmat kopi lebih leluasa untuk mencari atau memilih tempat tujuan bersantai.

Untuk di Kota Ngabang sendiri, hampir di setiap sudut pasar terdapat warkop.

Namun sedikit berbeda dengan cafe dan resto bernama dango pangeran yang berada tepat di depan Bundaran Pal 2 Ngabang ini.

Selain lokasi yang cukup strategis serta tempat parkir yang cukup luas, menu yang disiapkan juga terbilang lumayan lengkap.

Karena selain menjual aneka minuman, ada juga makanan berat seperti nasi goreng atau pecel ayam.

(Baca: Warga mandor Tumpah Ruah Saksikan Sedekah Bumi )

"Kalau untuk menu makanan andalan itu ada pecel ayam bakar, kemudian ada pisang goreng krispy keju coklat. Untuk minuman yang pasti ada kopi original, dan minuman seperti warkop pada umumnya," ujar pemilik Dango Pangeran, Tedy kepada Tribun pada Minggu (13/8).

Diakuinya, cafe dan resto yang sudah dibuka sejak bulan April tahun 2015 tersebut memang cukup banyak peminatnya.

"Kita buka itu mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 00.00 WIB," jelasnya.

Disampaikan Tedy lagi, untuk menarik peminat dirinya juga menjadwalkan live musik di cafe dan resto miliknya tersebut.

"Kalau Sabtu malam itu kita undang pemain musik akustik, sehingga menyemarakkan saat bersantai," ungkapnya.

Sedangkan untuk harga yang dipatok disetiap menu disediakan, dirinya meyakinkan harga bersahabat.

"Karena di sini sangat terbuka untuk umum, kalau yang pakai sendal jepit juga jangan sungkan masuk ke sini," ucapnya sambil tersenyum.

Penulis: Alfons Pardosi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help