TribunPontianak/

Citizen Reporter

Suyuti Ilyas: Kata-kata Karena Aku Hancurkan Amalan Seseorang

Mari kita satukan visi misi dakwah kita, jangan melihat dia dari organisasi mana lagi, tapi ayo kita saling membantu untuk dakwah

Suyuti Ilyas: Kata-kata Karena Aku Hancurkan Amalan Seseorang
ISTIMEWA
Ustaz KH Muhamad Suyuti Ilyas 

Citizen Reporter

Lapmi Pontianak, Yusril 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berdakwah hukumnya wajib bagi setiap muslimin muslimat yang telah baligh. Jadi, sebagai seorang muslim yang sudah baligh. Berkewajiban mengajak (berdakwah) kepada masyarakat kepada kebaikan. 

Berdakwah tidak hanya di lakukan dengan jalan berpidato atau berceramah di atas panggung. Tetapi dakwah akan lebih efisien jika di lakukan dengan hikmah. Itulah yang disampaikan KH Muhammad Suyuti Ilyas,S. Hi. Pengasuh pengajian Nahdatus Syabab (NS) Pontianak saat memberikan kajian di Seketariat NS jalan purnama, Jumat (11/08/17) malam.

Firman Allah SWT. yang artinya: Serulah manusia kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan jalan yang baik

"Artinya kita berkewajiban untuk menegakkan yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran," tambah ustaz Suyuti

Dirinya juga menjelaskan perkara yang membuat amalan akan hancur yaitu adanya rasa sombong dalam hati

"Hilangkan dalam hati kata-kata kalau bukan karena aku, kata-kata ini lah yang akan menghancurkan amalan kita" ungkap Suyuti

Menyikapi itu pimpinan pondok pesantren Daarul Ihsan Sungai Rengas ini menjelaskan filosofi Sebatang tubuh bagi para pendakwah

Sebatang tubuh yang terdiri dari anggota tubuh seperti kepala, mata, mulut, hidung dan lainya pernahkah mereka membanggakan bagiannya masing-masing

"Pernahkah kaki bilang kalo bukan karena aku tak akan bisa berjalan, lalu otak bilang kalo buka karena aku kau tak bise berjalan karena perintah saraf dari aku, lalu mulut bilang kalo bukan karena aku makanan yang aku makan kau tak akan dapat berfikir", jelasnya

Lanjut, jika dalam sebuah organisasi, dalam berdakwah seperti itu maka tidak akan berhasil dakwahnya, karena menurutnya merasa ingin dipandang, merasa menjadi orang yang terpenting dalam organisasi atau dalam keberhasilan dakwah, maka sia-sialah pengorbanannya.

"Mari kita satukan visi misi dakwah kita, jangan melihat dia dari organisasi mana lagi, tapi ayo kita saling membantu untuk dakwah, penerus dari tugas Rasulullah," tegasnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help