TribunPontianak/

Prasarana Kurang Memadai, Kebijakan Full Day School Kurang Tepat

Harusnya Mendikbud itu memikirkan caranya bagaimana anggaran Pendidikan itu bisa mencapai 20% Sesuai amanah Undang-Undang Dasar 45

Prasarana Kurang Memadai, Kebijakan Full Day School Kurang Tepat
ISTIMEWA
Ketua Garuda KPP-RI, Irham Mahardika

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengurus Cabang Generasi Muda Kesatuan Penerus Perjuangan Republik Indonesia (Garuda KPP-RI) Kota Pontianak menilai kebijakan Mendikbud mengenai Full Day School yang tertuang dalam Permendikbud No.23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah dinilai Kurang tepat.

Sebab, lanjut dia dari segi sarana dan prasarana sekolah-sekolah di Indonesia kurang memadai.

"Kebijakan seperti ini bisa kita maklumi kalau untuk Sekolah di perkotaan tapi untuk sekolah-sekolah di Desa ini butuh pengkajian yang panjang dan serius, apalagi sekolah sekolah di Desa Umumnya adalah Sekolah Swasta dan Madrasah Diniyah," terang Ketua Garuda KPP-RI,  Irham Mahardika, Minggu (13/8/2017).

Irham mengkritisi langkah Mendikbud yang mengeluarkan kebijakan tersebut terkesan terburu-buru tanpa melakukan sosialisasi atau berkonsultasi dulu pada para penggiat pendidikan khususnya pesantren yang selama ini lebih familiar dengan Madin nya.

"Harusnya Mendikbud itu memikirkan caranya bagaimana anggaran Pendidikan itu bisa mencapai 20% Sesuai amanah Undang-Undang Dasar 45," tambahnya.

Irham meminta Presiden Joko Widodo mengeluarkan Perpres yang menghapus atau membatalkan Permendikbud No. 23 Tahun 2017 dengan kebikan yang lebih relevan dengan dengan kondisi pendidikan saat ini.

(Baca Juga: Hadiri Pemakaman Kakek Sahabatnya, Rihanna Malah Tak Pakai Celana, Astaga!

Penulis: Jamadin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help