TribunPontianak/

Pikat Gairah Masyarakat Petani, Pemerintah Programkan Lumbung Pangan Perbatasan

Abdul Manaf mengatakan, ekspor beras yang akan dilakukan yakni beras organik dan yang dilakukan dengan metode hazton.

Pikat Gairah Masyarakat Petani, Pemerintah Programkan Lumbung Pangan Perbatasan
DOK
Petani menggunakan hand tractor

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Abdul Manaf mengatakan, ekspor beras yang akan dilakukan yakni beras organik dan yang dilakukan dengan metode hazton.

Hal ini adalah program pemerintah yang disebut dengan lumbung pangan perbatasan.

Lima provinsi yang berbatasan juga didukung untuk melakukan yang sama.

Pekanbaru ke Singapura, Nusa Tenggara Timur ke Timor Leste, Sulawesi Utara ke Filipina, Papua ke Papua Nugini dan Kalbar ke Sarawak.

"Itu strategi yang dibuat pemerintah pusat agar masyarakat bergairah bergerak dalam bidang pertanian karena terbukanya pangsa pasar untuk ekspor," katanya, Minggu (13/8/2017).

(Baca: Ingin Lihat Kelasi atau Lutung Merah, Ke Hutan Wisata Baning Sintang Yuk )

Manaf memperkirakan kurang lebih 250 hingga 500 ton yang akan di ekspor ke malaysia. Dengan luas yang dipanen sekitar 100 hektare. Dimana dalam satu hektare bisa memproduksi 5 ton.

Pada 21 Oktober 2017 nanti, Presiden Joko Widodo akan datang di Desa Tunggal Bakti, Kecamatan Kembayan yang berbatasan dengan Sekayam dan Entikong, Kabupaten Sanggau.

"Di sana Presiden dijadwalkan akan panen padi organik sekaligus launcing ekspor beras ke Sarawak," ungkapnya. (

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help