TribunPontianak/

Pertanyakan Kasus 500 Detonator, Ini yang Dikhawatirkan Para Nelayan Ketapang

Kita tanyakan ini karena khawatir masih banyak pengeboman ikan dilakukan di Ketapang. Nah ini lah yang mestinya harus diberantas

Pertanyakan Kasus 500 Detonator, Ini yang Dikhawatirkan Para Nelayan Ketapang
ISTIMEWA
Barang bukti 500 detonator yang dibungkus dalam dus kue diamankan petugas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Detonator ini gagal dikirim ke Ketapang, Kalbar. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ketapang, Evi Zulkifli mempertanyakan perkembangan kasus pengiriman 500 detonator atau alat pemicu bomdari Makasar ke Ketapang yang berhasil digagalkan Petugas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makasar, Sulawesi Selatan, Minggu (11/6/2017).

Menurut dia,  kasus detonator tersebut menyangkut mata pencarian atau kehidupan para nelayan di Ketapang.

“Bagiamana perkembangan kasus detonator itu. Kita tanyakan ini karena khawatir masih banyak pengeboman ikan dilakukan di Ketapang. Nah ini lah yang mestinya harus diberantas,” katanya, Minggu (13/8).

Ia menegaskan jika masih ada pengeboman ikan di laut maka sangat merugikan semua pihak terutama nelayan. Lantaran bisa merusak terumbu karang yang berdampak juga merusak ekosistem di laut termasuk pada habitat ikan dan sebagainya.

Baca Juga: Prasarana Kurang Memadai, Kebijakan Full Day School Kurang Tepat

Jika laut sudah rusak maka nelayan khususnya yang lokal atau tradisional akan kesulitan untuk mendapatkan ikan dan hasil laut lainnya.

“Jadi pengeboman ikan di laut itu dampaknya sangat negatif dan hanya menguntungkan pelakunya saja,” ujarnya.

Baca Juga: Tarian Tradisional Meriahkan Pelantikan Pengurus DPD Partai NasDem

Ia menduga peengeboman ikan di Ketapang sudah cukup lama terjadi. Pelaku pengeboman menurutnya diduga kuat kebanyakan nelayan dari luar Ketapang. Ia menilai instansi terkait kurang melakukan sosialisasi dan pengawasan terkait hal ini.

Sebab itu ia berharap pengeboman ikan di Ketapang harus diberantas. “Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama instansi terkait lainnya. Semuanya harus bersama-sama memberantas pelaku pengeboman ikan di Ketapang,” tuturnya. 

Penulis: Subandi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help