TribunPontianak/

Kupan Jaya Belum Dialiri Listrik, Ini Kata Bupati Sintang

Bupati Sintang Jarot Winarno menegaskan Pemkab Sintang tidak tutup mata dan telinga terhadap aspirasi masyarakat Desa Kupan Jaya akan listrik.

Kupan Jaya Belum Dialiri Listrik, Ini Kata Bupati Sintang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/File
Bupati Sintang Jarot Winarno 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Bupati Sintang Jarot Winarno menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang tidak tutup mata dan telinga terhadap aspirasi masyarakat Desa Kupan Jaya Kecamatan Tempunak terkait harapan ketersediaan listrik PLN.

 Menurut orang nomor satu di Bumi Senentang ini, Pemkab Sintang telah berkoordinasi dengan pihak PLN.

Namun, saat ini memang diperlukan pertimbangan matang dan kajian mendalam guna keputusan penyediaan listrik di Desa Kupan Jaya.

“Memang yang sudah diperjuangkan adalah batas tiang itu di Pangkal Baru dan kabel sampai ke Pudau. Ke sininya belum ada seperti Desa Benua baru, Kuala Mandong, Kuala Tiga, Pudau Bersatu dan Kupan Jaya. Mansik juga belum ada listrik. Kalau daerah Kepulai, Mentari Jaya dan beberapa desa lainnya terbantu Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH),” ungkapnya, Minggu (13/8/2017).

(Baca: Polisi Rilis Empat Tersangka Narkoba, Satu Diantaranya Tenaga Honorer OPD Pemkab Sintang )

 Jika PLN menarik kabel untuk distribusi listrik dari Pangkal Baru ke Kuala Mandong hingga Kuala Tiga, kemudian lanjut ke Kupan Jaya diperlukan biaya besar.

Pasalnya, biayanya dihitung berdasarkan jarak per kilometer.

 “Per kilo itu biaya narik kabel Rp 600 juta bah. Kalau narik dari Pangkal Baru ke Kupan Jaya ini total sekitar 14 Kilo. Dari Pangkal Baru ke Kuala Tiga jaraknya 11 kilo, ditambah Kuala Tiga ke Kupan Jaya itu 3 kilo. 14 kilo kalikan jak Rp 600 juta. Berapa tu ? Sekitar Rp 8,4 Miliar. Memang mahal membuat jalur distribusi kabel tu,” jelasnya.

 Jarot mengajak masyarakat berjuang bersama agar listrik segera masuk ke Desa Kupan Jaya dan sekitarnya.

Jika perjuangan tidak kompak dan dilakukan sendiri-sendiri, maka tidak akan berhasil. Jarot optimis Desa Kupan Jaya dan sekitarnya akan teraliri listrik.

Pasalnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) punya program Indonesia Terang 2019 sebagai percepatan listrik masuk desa.

 “Mari kita bersama-sama berjuang agar pihak PLN turun ke lapangan langsung. Supaya PLN bisa mempertimbangkan apakah lebih murah menarik kabel dari pangkal baru atau naruh mesin diesel di calon ibukota Kecamatan Tempunak Hulu yakni Desa Kupan Jaya ini. Lalu, baru buat distribusi jalurnya kemana-mana,"tukasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help