TribunPontianak/

Kecewa dengan Kades Kemboja, Ini Keluhan Pemuda Dusun Sukamaju

Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa ini. Kalau pemudanya tidak diberdayakan, bagaimana nasib desa ini ke depannya

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA - Pemuda Dusun Sukamaju (PDS) di Desa Kemboja, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara kecewa dengan pemerintahan Desa setempat, khususnya Kepala Desa Kemboja yang beberapa waktu lalu sudah berjanji akan membentuk karang taruna Desa Kemboja, namun seiring waktu berjalan, kurang lebih 1 bulan, tidak ada respon Kepala Desa untuk menepati janjinya.

Ketua Umum Karang Taruna atau tim Formatur terpilih Kurniawan mengatakan, saat berkonsilidasi ke rumah Kepala Desa dan ke kantor Desa Kemboja beberapa waktu lalu, pihak Desa berjanji akan memperhatikan para pemuda dan membentuk Karang Taruna Desa kemboja secepatnya dalam waktu satu minggu setelah pertemuan berlangsung.

BPD dan Kepala Desa Kemboja akan mengudang seluruh pemuda Desa kemboja yang ada untuk membentuk Karang Taruna, tetapi hampir sudah masuk satu bulan berjalan tidak ada surat masuk ke pemuda Desa Kemboja.

“Saat kami datang ke rumah Dan ke kantor Desa, dia (Kepala Desa Kemboja) janji mau memperhatikan para pemuda dan menyuruh membentuk karang taruna Desa Kemboja, nyatanya hingga kini kami tidak diperhatikan,” terang Kurniawan, Minggu (13/8)

Sekertaris tim Formatur Karang Taruna Desa Kemboja Sabirin menambahkan, kades sempat menjanjikan akan melegalkan Karang Taruna Desa Kemboaja dengan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan kades yang menyatakan bahwa Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang diakui keberadaannya dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sebagaimana tercantum dalam Pasal 38 ayat (2) huruf d, Bab VII tentang Peran Masyarakat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial yang tercantum di Permensos Nomor : 77/ HUK/2010.

Karang Taruna dibentuk, lanjut Sabirin,  karena para pemuda berharap dengan adanya wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan kegiatan positif, seperti penanam mangrove yang sudah dilakukan pemuda dalam beberapa bulan yang lalu.

Baca: Prasarana Kurang Memadai, Kebijakan Full Day School Kurang Tepat

Ia menerangkan, para pemuda jangan hanya dijadikan objek dalam pembangunan, tetapi harus dijadikan subjek.

“Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa ini. Kalau pemudanya tidak diberdayakan, bagaimana nasib desa ini ke depannya,” tuturnya.

Satudiantara Pengurus Karang Taruna Werdiansyah berharap, struktur Karang Taruna Desa Kemboja segara di legalitaskan, atau aparatur Desa segera mengudang Pumuda untuk membentuk Karan taruna.

“Jika Kepala Desa dan Staf tidak menangapi atau mengindahkan hasil konsiladasi yang kami lakukan , maka kami akan menempuh jalur hukum, kami sudah menyiapkan bukti-bukti atau administrasi untuk menempuh jalur hukum," jelasnya.

"Saya kecewa dengan pemerintah Desa Kemboja karena tidak transparasi anggaran, bahkan anggaran kepemudaan saja kami tidak tahu, apa lagi sampai saat ini kami tidak pernah diundang dalam musyawarah desa, seharusnya desa mengundang perwakilan tokoh  -tokoh, seperti tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan. Tetapi pemerintah Desa Kemboaja tidak menjalan prosedur itu, " tungkasnya.

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help