TribunPontianak/

Hebat! Dua Dosen Untan Temukan Obat Diabetes dan Anti Radang dari Hutan Kalimantan

Dua dosen Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) telah menemukan obat anti diabetes dan anti radang dari tanaman lokal Kalimantan Barat.

Hebat! Dua Dosen Untan Temukan Obat Diabetes dan Anti Radang dari Hutan Kalimantan
IST
Dr Fathul Yusro, S.Hut, M.Si saat melakukan penelitian di Kochi medical School, Kochi Universitiy Japan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Dua dosen Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) telah menemukan obat anti diabetes dan anti radang dari tanaman lokal Kalimantan Barat.

Kedua dosen tersebut ialah Dr Fathul Yusro, S.Hut, M.Si. dan Dr Yeni Mariani, S.Hut, M.Sc. Keduanya dinyatakan lulus ujian Program Doktor Kuroshio Science di Kochi University Jepang 23 Juli 2017.

Dr Fathul Yusro mengatakan penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat prevalensi diabetes di Indonesia terutama diabetes tipe 2 yang faktor utamanya disebabkan oleh perubahan gaya hidup dalam hal ini adalah mengkonsumsi makanan berkadar gula dan lemak tinggi serta kurangnya tubuh dalam beraktivitas.

Kebiasaan masyarakat Indonesia yang banyak mengkonsumsi nasi (hampir 48 persen dari total sajian makanan, Novo Nordisk 2013) dan kurangnya mengkonsumsi serat berdampak pada meningkatnya resiko abdominal obesity (kegemukan pada bagian perut) dan ini akan meningkatkan resiko diabetes.

(Baca: Komunitas Velocity dan KCTI Jelajah Tiga Negara, Mesin 3K Masih Teruji Handal )

Obat-obatan modern telah digunakan dalam pengobatan diabetes, namun obat ini memiliki efek samping, satu di antaranya adalah diare. Inflamasi (peradangan) merupakan satu di antara penyebab diare.

Inflamasi yang berulang pada intestine (usus) akan berdampak pada potensi terjadinya kanker usus, sehingga pencegahan terjadinya inflamasi pada usus harus dilakukan.

Masyarakat di Kalimantan Barat sejak zaman dahulu , katanya telah terbiasa dalam menggunakan tumbuhan untuk mencegah dan mengobati beragam penyakit. Tumbuhan tersebut telah didokumentasikan dalam buku Ragam Tumbuhan Obat Kalimantan Barat I dan II.

Berdasarkan data-data dari tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat, dipilih beberapa tanaman yang digunakan sebagai obat diabetes, diare dan sakit perut.

Halaman
1234
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help