TribunPontianak/

Dua Tahun Penelitian, Dosen Kehutanan Untan Ini Temukan Obat Anti Radang dari Hutan Kalimantan

Dr Yeni Mariani berhasil menemukan obat anti radang dari tanaman lokal masyarakat Suku Dayak Uud Danum, sub suku Dayak sekitar Sungai Ambalau Sintang

Dua Tahun Penelitian, Dosen Kehutanan Untan Ini Temukan Obat Anti Radang dari Hutan Kalimantan
IST
Dr Yeni Mariani, S.Hut, M.Sc. saat melakukan penelitian di Kochi medical School, Kochi Universitiy Japan 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Dua dosen Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) telah menemukan obat anti diabetes dan anti radang dari tanaman lokal Kalimantan Barat.

Kedua dosen tersebut ialah Dr Fathul Yusro, S.Hut, M.Si. dan Dr Yeni Mariani, S.Hut, M.Sc. Keduanya dinyatakan lulus ujian Program Doktor Kuroshio Science di Kochi University Jepang 23 Juli 2017.

Dr Yeni Mariani berhasil menemukan obat anti radang dari tanaman lokal masyarakat Suku Dayak Uud Danum, satu di antara sub suku Dayak yang tinggal di daerah sekitar Sungai Ambalau Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Inflamasi atau peradangan katanya adalah bentuk perlindungan alami tubuh dalam menjaga kerusakan jaringan, infeksi, iritasi atau serangan patogen. Inflamasi dapat diobati dengan mengonsumsi obat modern yang tergolong ke dalamnon-steroidal inflammatory drugsdan corticosteroid.

(Baca: Hebat! Dua Dosen Untan Temukan Obat Diabetes dari Hutan Kalimantan )

Akan tetapi terkadang di dalam mengonsumsi obat modern tersebut sering ditemui efek samping seperti gangguan pada lapisan mucus di lambung dan usus.

Berbagai penyakit terkait dengan inflamasi meliputi demam, alergi, infeksi kulit, bengkak dan diare merupakan penyakit yang terkait dengan inflamasi (peradangan).

Suku Dayak Uud Danum menggunakan tanaman yang berasal dari hutan atau kebun di sekitar tempat tinggal untuk mengobati demam, alergi, infeksi kulit, bengkak dan diare.

Penelitian ini merupakan salah satu usaha untuk melestarikan pengetahuan lokal masyarakat adat Dayak.

Halaman
1234
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help