TribunPontianak/

Ditjen Bea Cukai Sebut Entikong Segera Layani Perdagangan Komersial

Semua proses untuk normalnya semua pelabuhan itu bisa dijalankan, mulai dari tempat pemeriksaan barang, orang semuanya akan disiapkan.

Ditjen Bea Cukai Sebut Entikong Segera Layani Perdagangan Komersial
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, Sugeng Aprianto (tengah) saat memberikan pemaparan usai melakukan uji coba alat pembayaran mini ATM Mandiri (mesin EDC) yang ditempatkan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Entikong, Kalimantan Barat, Kamis (10/8/2017). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, ENTIKONG  - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong yang sudah diresmikan oleh Presiden sejak 2016 lalu diharapkan ditingkatkan fungsinya, yakni tidak hanya melayani perdagangan tradisional (lintas batas) saja, melainkan sudah harus melayani perdagangan internasional atau perdagangan komersial
Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, Sugeng Aprianto, menyebutkan saat ini di nasional sedang dilakukan pengkajian untuk memberikan kuota khusus khususnya di daerah perbatasan termasuk Entikong.

"Sekarang sedang digodok di tim nasional. Mereka tengan merumuskan barang apa saja, kuotanya untuk apa saja. Tapi ini terkait dengan kebutuhan masyarakat (barang yang diperdagangkan). Kalau untuk detail barang apa saja belum ada. Tapi barang tersebut berupa pemenuhan kebutuhan sehari- hari," ungkapnya saat berada di Entikong, Kabupaten Sanggau, usai meresmikan operasional ATM Mini Bank Mandiri di PLBN Entikong, Kamis (10/8/2017).

Menurutnya perbatasan ini sebagai pintu depan, ini sesuai dengan Nawacita Presiden yang membangun dari pinggiran.Oleh karena itu saat ini sedang disiapkan proses pengembangannya di perbatasan.

"Kita berharap di sini tidak hanya perdagangan lintas batas biasa atau perdagangan tradisional yang menggunakan KILB. Ke depannya di PLBNEntikong harus ada perdagangan yang sifatnya komersial," kata Sugeng.

Menurutnya ini dilakukan untuk memberikan nilai tambah bagi PLBN yang telah dibangun dengan biaya besar tersebut.

Baca: OJK Kalbar Apresiasi Senam Sehat Tribun dan Donor Darah HUT Pasar Modal Indonesia

Memang saat ini statusnya belum pelabuhan, lanjut Sugeng, bila PLBN ini ditunjuk sebagai pelabuhan masuk barang dalam skala besar, maka nantinya harus ada ID Port (kode palabuhan) dengan demikian memungkinkan perdagangan ekspor impor.

Ditanya kesiapan Bea Cukai, Sugeng mengatakan jika ini terealisasi, maka dari sisi legalitas,pihaknya, akan menetapkan kawasan kepabeanan.

"Semua proses untuk normalnya semua pelabuhan itu bisa dijalankan, mulai dari tempat pemeriksaan barang, orang semuanya akan disiapkan. dan saya kira Bea Cukai pasti siap," sebutnya.

Hanya saat ini, pihaknya dalam posisi menunggu kebijakan atau ketentuan yang akan dkeluarkan. Namun, ia menyebut pihaknya sudah memberikan masukan kepada tim nasional yang sedang melakukan pembahasan ini.

"Jadi kalau perdagangan komersial jadi, perdagangan tradisonal yang biasa dengan KILB tetap jalan.Karena selama ini masyarakat dua negara yang bersebelahan ini sudah memiliki hubungan baik, hanya nanti yang mau ditingkatkan adalah perdagangan yang sifatnya komersial atau istilah ekspor-impor. Kita dalam posisi menunggu ketentuan itu tadi, jadi untuk positive list saat ini kita belum tahu," tandasnya. 

Penulis: Nina Soraya
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help