TribunPontianak/

Yenyen Remaja Asal Pontianak Ini Juarai Kompetisi Nyanyi di Beijing

Pemenang pertama kompetisi menyanyi lagu mandarin di ajang Water Cube Cup 2017 yang digelar di Beijing, Yenyen mengunjungi kantor Tribun Pontianak

Yenyen Remaja Asal Pontianak Ini Juarai Kompetisi Nyanyi di Beijing - yenyen_20170811_235915.jpg
Tribun Pontianak/Leo Prima
Pemenang pertama kompetisi menyanyi lagu mandarin diajang Water Cube Cup 2017 yang digelar di Beijing, Yenyen mengunjungi kantor Tribun Pontianak, Jumat (11/8/2017).
Yenyen Remaja Asal Pontianak Ini Juarai Kompetisi Nyanyi di Beijing - yenyen_20170812_000014.jpg
Tribun Pontianak/Leo Prima
Pemenang pertama kompetisi menyanyi lagu mandarin diajang Water Cube Cup 2017 yang digelar di Beijing, Yenyen bersama keluarga mengunjungi kantor Tribun Pontianak, Jumat (11/8/2017).

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemenang pertama kompetisi menyanyi lagu mandarin di ajang Water Cube Cup 2017 yang digelar di Beijing, Yenyen mengunjungi kantor Tribun Pontianak, Jumat (11/8/2017).

Yenyen baru saja menjejakkan kakinya di Pontianak setelah kurang lebih 3 mingguan mengikuti ajang bertaraf internasional tersebut. Yenyen datang bersama ayahnya, Jukiang, Ibunya Khow Luciana, dan Pembina Musik di Yayasan Kuning Agung (Marga Huang), Eddy Wongso.

Pembina Musik di Yayasan Kuning Agung (Marga Huang), Eddy Wongso mengatakan ada 74 peserta dari 32 negara yang ikut di kegiatan tersebut. Saingan terberatnya yaitu Malaysia dah Thailand.

(Baca: Inilah 6 Fakta Kebakaran Di Jalan Tanjungpura Pontianak, Nomor 5 Mengharukan. )

"Pak Wagub juga ada telpon tadi memberikan selamat. Selama ini kami juga membina anak-anak termasuk kakak-kakaknya Yenyen. Karena kami lihat Yenyen bertalenta jadi kita coba bawa, cecenya juga pernah ikut tapi tidak sampai ke Beijing," jelasnya.

Acara ini sendiri dikatakannya khusus menampung mereka yang bisa nyanyi mandarin. Tahun ini Yenyen mengikuti kegiatan ini, karenasebelumnya di nasional dia menjadi juara 1, Juara 1 dan 2 nasional kemudian dikirim ke Beijing, Tiongkok.

Ia mengatakan Marga Huang peduli terhadap musik dan bakat yang dimiliki oleh anak muda. Buktinya selalu ada bimbingan musik dan juga support kepada anak-anak yang berprestasi

"Shu Lie Fang Bei ini ditiap negara ada acara ini mereka gelar tiap tahunnya kompetisi ini. Tahun lalu cecenya Yenyen juara 4 tidak dikirim Beijing karena yang dikirim juara 1 dan 2 saja. Final nasional digelar di Surabaya. Marga Huang sendiri kemarin mengundang orang tua Yenyen ke Jakarta, mereka menyambut dan begitu bangga dengan Yenyen," tukasnya.

Penulis: Listya Sekar Siwi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help