TribunPontianak/

Tekankan Pentingnya Keselamatan Berkendara, Velozity Gelar Coaching Clinic Safety Driving

"Siapapun orangnya, apapun pangkatnya. Jika duduk di belakang kemudi, pangkatnya supir,"ujar I Wayan Yardhana

Tekankan Pentingnya Keselamatan Berkendara, Velozity Gelar Coaching Clinic Safety Driving
Tribun Pontianak/Ishak
Instruktur Velozity, I Wayan Yardhana sampaikan materi kepada peserta Coaching Clinic Safety Driving, di showroom Auto2000 Supadio, Kubu Raya, Jumat (11/08/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Keselamatan jadi perkara yang dirasa sangat penting dalam berkendara. Karenanya, memahami tentang safety driving jadi sesuatu yang mutlak dikuasi para pengemudi.

"Siapapun orangnya, apapun pangkatnya. Jika duduk di belakang kemudi, pangkatnya supir," ujar Instruktur Coaching Clinic Safety Driving Velozity Journey 2017,  I Wayan Yardhana, Jumat (11/08/2017).

Ia mengatakan, pertambahan jumlah kendaraan di Indonesia sangat tinggi. Namun sayangnya, tidak diiringi dengan awareness soal safety driving-red yang baik pada pengendara.

(Baca: Transera dan Garuda Indonesia Jalin Kerjasama )

Karena alasan ini pulalah, bekerja sama dengan Auto2000 Supadio Pontianak, pihaknya menggelar agenda Coaching Clinic Safety Driving ini. Sehingga kesadaran pentingnya keselamatan berkendara semakin difahami.

Agenda ini melibatkan peserta yang tak lain pengguna mobil Toyota dari beberapa komunitas. Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI), Velozity sendiri, dan juga komunitas mobil Toyota lainnya, berbaur dalam acara yang digelar di showroom Auto2000 Supadio Pontianak ini.

Lebih lanjut, I Wayan Yardhana menjelaskan, setidaknya pihaknya merangkum lima aspek penting yang perlu diperhatikan agar lebih aman saat mengendarai mobil. Kelimanya yakni soal mobil yang hendak dikendarai, orang alias pengemudi sendiri, kondisi jalan, cuaca, dan doa.

"Di Velozity sendiri, kami rangkum lima kriteria keselamatan berkendara. Pertama adalah mobil, orang, jalan, cuaca, dan paling penting adalah doa," bebernya.

Mobilitas tinggi, katanya, jadi satu di antara ciri khas masyarakat modern.  Sayangnya, tuntutan untuk bisa mobile secepat mungkin ini membuat para pengendara kebanyakan cenderung abai kondisi mobil-nya.

Halaman
12
Penulis: Ishak
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help