TribunPontianak/

Penerimaan Kas Negara Defisit

Hal ini dikarenakan tidak adanya peraturan penjualan barang secara resmi melalui Pintu Lintas Batas Negara (PLBN).

Penerimaan Kas Negara Defisit
Ilustrasi
Defisit

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kabid Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalbar, Sugiri mengatakan, penerimaan kas negara mengalami defisit.

Hal ini dikarenakan tidak adanya peraturan penjualan barang secara resmi melalui Pintu Lintas Batas Negara (PLBN).

Sugiri menyebutkan hal itu bisa dilihat sejak dua tahun terakhir. Tahun 2015 misalnya, negara mengalami minus penerimaan negara Rp 71 miliar. Lalu tahun 2016 mengalami defisit sebsar Rp 121 miliar. Bahkan hingga kuartal I/2017 sudah defisit mencapai Rp 21 Miliar.

“Ini karena tidak adanya regulasi itu dan ada barang-barang yang hilang tidak tercatat,” katanya, Sabtu (12/8/2017).

(Baca Juga: Cara Memotivasi Staf Agar Bersedia Bekerja dengan Giat

Ia menjelaskan penyusutan itu terjadi karena dampak dari pencabutan Surat Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 36/1995 tentang Pengeluaran Barang-Barang ke Luar Negeri di Luar Ketentuan Umum di Bidang Ekspor yang tidak berlaku lagi pada 2014.

Saat ini komoditas Indonesia yang dijual ke Malaysia seperti produk merk Indofood, Unilever. Lalu produk pertanian seperti beras, lada, dan cuka. Ketika SK itu dicabut masyarakat menjual produk pertanian pun melalui jalur ilegal.

“Dampaknya itu tidak terlalu terlihat di aktivitas masyarakat. Justru pada pendapatan negara karena pajak yang hilang. Akhirnya negara tidak mendapat apa-apa,” bebernya.

Karena itu dengan dibangunnya PLBN ini maka Indonesia bisa mengirim lagi komoditas unggulan ke Malaysia.

Seperti kelapa sawit, karet dan bahan pangan lain. Namun harus didukung pemerintah pusat dengan membuka kembali peraturan perdagangan barang melalui jalur resmi.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help