TribunPontianak/

Ini Pesan Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa Kepada Orangtua

Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Kayong Utara

Ini Pesan Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa Kepada Orangtua
ISTIMEWA
Mensos RI Khofifah Indar Parawansa bersama satu diantara KPM PKH setelah proses pencairan PKH Non Tunai. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA - Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Kayong Utara untuk menggantungkan cita-cita anak setinggi-tingginya. Hal itu dikemukakan Khofifah ketika meninjau penyaluran PKH di gedung Balai Praja, kantor Bupati Kayong Utara, Minggu (6/8/2017).

Dihadapan ratusan ibu-ibu penerima PKH, Khofifah memberikan motivasi agar tiap orangtua memacu anaknya agar tumbuh menjadi anak yang sukses.

“Saya mau tanya kepada warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Kayong Utara kalau di depan ada Pak Bupati, ada nggak diantara ibu-ibu yang ingin anaknya nanti jadi Bupati,” tanya Khofifah.

(Baca: Yenyen Remaja Asal Pontianak Ini Juarai Kompetisi Nyanyi di Beijing )

Mendapat pertanyaan itu, spontan para ibu terlihat kompak dengan mmenjawab ingin. Bupati Kayong Utara, H Hildi Hamid yang duduk di depan peserta penerima PKH, pun terlihat tersenyum.

Khofifah yang mengenakan hijab orange langsung melanjutkan pesan kepada penerima PKH agar membangun cita-cita setinggi-tingginya.

“Ibu harus membangun cita-cita setinggi-tingginya, berdoa anaknya dijaga sekolahnya, kalau ada anak perempuan kelas III SMA dibawa ke KUA (Kantor Urusan Agama) atau diminta kuliah,” tanya Menteri asal Jawa timur ini dengan lantang. “Ibu kalo anaknya kelas III SMA mau diajak ke KUA (menikah) atau kuliah,” tanyanya lagi.

“Kalau di depan ada Pak Kapolres, ada nggak yang ingin anaknya jadi anggota Polisi. Kalau di depan ada Pak Dandim ada nggak yang ingin anaknya nanti jadi anggota TNI,” tanya Khofifah dengan memacu semangat ibu-ibu agar peduli terhadap pendidikan anaknya.

Khofifah melanjutkan, bahwa cita-cita harus dibangun. Tak cukup dibangun namun juga harus dikawal. Akan tetapi, katanya pula, jangan berhenti pada cita-cita. Melainkan, anaknya juga harus dijaga sekolahnya.

“Anaknya dijaga kalau ada PR, ibunya suka tanya nggak di rumah, kalau anaknya ujian, ibu mendoakan tidak, bapaknya mendoakan apa tidak. Saya mohon bapak dan ibu menjaga putra-putrinya, supaya sekolahnya sukses, karirnya sukses supaya dapat membahagiakan keluarga,” kata Khofifah memberi semangat. 

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help