TribunPontianak/

Bayu Minta First Travel Kembalikan Paspor dan Uang Umrah Utuh

Sebelum menransfer Ia pun mengaku mencari informasi terlebih dahulu msngenai perusahannya apakah atau dan exist.

Bayu Minta First Travel Kembalikan Paspor dan Uang Umrah Utuh
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIDHO PANJI PRADANA
Satu diantara konsumen atau jamaah yang hendak umroh menggunakan First Travel, Indra Bayu Aryaputra

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu diantara calon jemaah umrah yang menggunakan First Travel, Indra Bayu Aryaputra, pasrah dengan kejadian yang menyandung perusahaan travel tersebut, Ia pun berharap uang dan dokumennya seperti paspor dapat dikembalikam seutuhnya.

Ia mengatakan, pertama kali mengetahui First Travel dari sosial media, dari iklan di Facebook First Travel.

Dan kemudian menjadi tertarik setelah melihat website First Travel dan fans page serta histori dokumentasi perjalan umrah mereka tahun sebelumnya.

"Saya tertarik ada umrah dan promo lagi hanya sekitar Rp. 14,3 juta dibulan April 2016, jadi saya langsung transfer 2 orang di sekitar bulan April atau Mei 2016," katanya, Sabtu (12/08/2017).

Kenapa berani mentransfer, menurutnya karena dari melihat histori perusahaanya, kemudian dari ownernya sendiri. Ana Hasibuan, yang diketahui dari istrinya bahwa seorang desainer terkenal.

Sebelum menransfer Ia pun mengaku mencari informasi terlebih dahulu msngenai perusahannya apakah atau dan exist.

"Jadi saya hubungi call centre mereka dan mereka bisa menjelaskan, akhirnya karena saya percaya jadi saya transfer sejumlah 2x tiket promo, dan rencanaya pergi berdua," katanya.

(Baca juga: Wasit Hentikan Pertandingan Sementara, Lihatlah Kondisi Stadion SSA Pontianak Setelah Diguyur Hujan

Pria yang akrab dipanggil Bayu ini pun mengatakan, untuk konfirmasi ke Jakarta secara pribadi belum pernah.

Namun, kata dia, karena ada rekannya bernama Aidy yang memang diajaknya ke First Travel, langsung pergi kekantor tersebut mendafftarkan diri di call centre kantor First Travel dan memberikan dokumen.

"Dari situ Aidy bercerita bahwa kantornya besar dan representatif untuk perusahaan besar," bebernya.

Untuk kasus yang sekarang, Bayu pun mengaku masih melihat perkembangan situasi dari OJK, Kemenag dan Kementrian Agama, apakah nanti hasilnya dikembalikan atau tidak.

"Harapan yang paling besar adalah dana dikembalikan utuh tanpa potongan dan tidak pakai tunda-tunda serta pengembalian berkas paspor jamaah dengan baik," tukasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help