TribunPontianak/

Citizen Reporter

Christiandy Ajak Jaga Keharmonisan Umat Beragama

Wakil Gubernur Kalbar Drs.Christiandy Sanjaya,SE,MM mengajak seluruh umat kristiani untuk tetap menjaga Keharmonisan Sesama umat beragama

Christiandy  Ajak Jaga Keharmonisan Umat Beragama
IST
Wagub Christiandy sanjaya meletakan batu pertama pembangunan GBBK Singkawang, Jumat (11/8/2017) 

Citizen Reporter

Nasir

Humas Pemprov Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Wakil Gubernur Kalbar Drs.Christiandy Sanjaya,SE,MM mengajak seluruh umat kristiani untuk tetap menjaga Keharmonisan sesama umat beragama khususnya di Kota Singkawang umumnya Kalimantan Barat, tanpa memandang latar belakang, suku, agama dan etnis.

"Tetap menjaga keutuhan dalam bingkai Negara Kesatuan RI, menjunjung tinggi Pancasila dan Undang-undang dasar, kita semua merupakan anak bangsa yang harus dijaga dan dipupuk, agar Indonesia tetap jaya, “tegas Christiandy pada acara Peletakan Batu pertama pembangunan Gedung Penunjang Gereja Kristen Kalimantan Barat ( GKKB) Singkawang, Jum’at ( 11/8/2017).

Lanjut Christindy, ada tiga hal strategis dalam yang harus menjadi perhatian seluruh masyarakat, berkaitan dengan Pesan Bapak Presiden kepada Gubernur, Walikota/Bupati se Indonesia.  

"Diantaranya Bijaklah dalam menggunakan media sosial yang telah menjadi bagian dari aktivitas kita sehari-hari, khsusunya jika membaca berita yang belum tentu kebenaranya, maka jangan diteruskan atau disebar luaskan kepada orang lain, apalagi yang menyangkut isu SARA,"tegasnya

(Baca: Indonesia Property Expo 2017 Targetkan Transaksi Rp 5 Triliun )

"Karena hal tersebut berpotensi mencipttakan ketidakharmonisan hubungan antar sesama umat dan anak bangsa, yang tentunya berujung pada rusaknya kerukunan hidup berbangsa. Selain itu ancaman hukuman bagi pelanggar Undang-undan teknologi informasi siap menjerat pelakunya, “jelasnya

Selain itu ancama peredaran Narkoba di Republik ini, termasuk di Kalbar dengan ditangkapnya beberapa pengedar berskala besar. Hal ini menjadi perhatian kita bersama antara Pemerintah dan Gereja untuk saling bersinergi dalam membina para anak-anak untuk menjauhkan diri dari pengaruh dan jeratan Narkoba, serta jika ada dilingkungan kita yang mencurigakan harus segera lapor kepada aparat berwenang.

“Menangkal gerakaan radikalisme, Gerakan Ismaic State Of Irag and Syria atau ISIS saat ini masih ada dan tetap berjuang menyebarkan ideologi mereka,"ujarnya.

Maka pemerintah dengan tegas telah menolak dan tidak mengizinkan ideologi ISIS berkembang di Indonesia, karena gerakan ini bertentangan dengan Ideologi Pancasila dan UUD 45 dan Kesatuan tekad bersama anak bangsa untuk hidup berdampingan dalam negara Kesatuan Republik Indonesia.

”Bersama Pemerintah TNI, POLRI dan seluruh elemen masyarakat, harus bersinergi dalam menangkal dan mencegah Gerakan Radikalisme tersebut di Indonesia. Melalui tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, sampaikan kepada masyarakat, bahaya Radikalisme, Narkoba, kita ingi hidup berdampingan, damai dan tentram, ”imbuhnya.

Berkaitan dengan bantuan Pemerintah dalam pembangunan GKKB ini, Cristiandy berharap agar segera membuat pertanggung jawab keuangan, dan laporan penggunaanya sebelum Desember 2017, karena untuk kelanjutan bantuan berikutnya semuanya harus klir, pengelolaan keuangan negara berkaitan dengan bansos harus sesuai dengan prosudur dan aturan yang berlaku, “jelasnya. (*)

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help