TribunPontianak/

Citizen Reporter

Yohanes Ontot Ingatkan Masyarakat Jaga Lingkungan dan Hutan

Pohon itu tumbuh besar puluhan bahkan sampai ratusan tahun, sementara orang nebangnya beberapa jam saja sudah selesai

Yohanes Ontot Ingatkan Masyarakat Jaga Lingkungan dan Hutan
ISTIMEWA
Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot saat menandatangani hasil kesepakatan beraum masyarakat adat Kecamatan Kembayan diacara peringatan Masyarakat Adat sedunia di Komplek Bruderan MTB, Desa Kuala Dua, Kecamatan Kembayan, Rabu (9/8). 

Citizen Reporter

Humas Setda Sanggau, Christ CTG

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot menuturkan, identitas sebagai orang Dayak harus dipahami dan dijaga dengan baik, jika tidak Dayak akan kehilangan apa saja yang termasuk identitas suku itu sendiri.

Ia mengimbau kepada masyarakat adat di Kembayan agar mengembalikan jiwa sebagai manusia seperti dulu yang mencintai alam dengan tetap menjaga lingkungan bukan merusak hutan.

“Sejak jaman dahulu orang Dayak sangat bersahabat dengan segala sesuatu yang disalahkahgunakan akan berakibat buruk bagi manusia dan alam itu sendiri, ” kata Ontot sebagai pembicara pada peringatan Masyarakat Adat sedunia di Bori Tajo Bih Aduap, Komplek Bruderan MTB, Desa Kuala Dua, Kecamatan Kembayan, Rabu (9/8).

Dikatakanya, manfaat pohon itu banyak, selain bisa sebagai tempat berlindung dari panas pohon juga berpotensi untuk mengeluarkan oksigen untuk manusia.

“Saya sedih kalau ada orang yang menebang pohon sembarangan. Pohon itu tumbuh besar puluhan bahkan sampai ratusan tahun, sementara orang nebangnya beberapa jam saja sudah selesai, ” ujarnya.

Hal ini dikemukakannya karena keterkaitan antara orang dayak, adat istiadat, dan hutan sangat erat. Antar masyarakat adat lokal dan Internasional harus bekerja sama dengan baik untuk mendukung kelestarian hutan, terlebih hutan adat. Walaupun demikian, harus ada kontribusi yang bukan hanya materi tapi sikap dan tindakan serta dukungan moril juga dari dunia internasional.

“Indonesia adalah salah satu Negara yang disebut paru-paru dunia, dan kita sebagai masyarakat adat berkewajiban untuk menjaga melestarikan hutan yang kita miliki. Tapi dunia Internasional juga harus menjaga hutan mereka, tidak hanya kita saja yang dituntut untuk jaga hutan, ” tegasnya.

Ketua Umum DAD (Dewan Adat Dayak) Kabupaten Sanggau ini pun menyebutkan, orang dayak buat kampung bukan sembarangan, tidak semata-mata hanya letak yang strategis yang dekat dengan Kota atau pemukiman lain.

“Orang Dayak membuat kampung mencari tempat yang dianggap aman dan nyaman dari banyak hal diantaranya serangan binatang buas, nyaman karena dekat dengan sumber air dan gampang mencari makanan, ” ujarnya.

Bertepatan dengan peringatan Hari Masyarakat Adat sedunia, acara yang dihadiri para Temenggung adat dan Tokoh-Tokoh adat Dayak serta pengurus DAD Kecamatan Kembayan tersebut, telah disepakati beberapa hal diantaranya kesepakatan masyarakat adat dayak yang wajib menjaga dan melestarikan hutan. (*).

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help