TribunPontianak/

Citizen Reporter

HMI Sambas Desak Pemkab Ambil Kebijakan Penanganan Kasus TKW Nurhaye

HMI Cabang Sambas melalui Wasekum Kabid Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO), Ahmad Fauzi mendesak agar Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas untuk segera

HMI Sambas Desak Pemkab Ambil Kebijakan Penanganan Kasus TKW Nurhaye
Istimewa
Wasekum Kabid Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) HMI Sambas, Ahmad Fauzi 

Citizen Reporter

Rian

Anggota HMI Cabang Sambas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Nasib kurang beruntung telah menimpa seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Nurhaye, warga Desa Sarang Burung, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Saat bekerja sebagai asisten rumah tangga di Bintulu, Malaysia. Nurhaye mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh majikannya.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sambas melalui Wasekum Kabid Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO), Ahmad Fauzi mendesak agar Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas untuk segera mengambil kebijakan dalam penanganan masalah ini.

Baca: Pemprov Kalbar Bangun Samsat Drive Thru Senilai Rp 224 Juta

"Selain melanggar Undang-undang No 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, kasus penganiayaan ini juga sudah sangat keterlaluan," ujarnya, Kamis (10/8/2017).

Lanjut Fauzi, permasalahan tersebut juga menjadi tantangan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas, untuk lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya, dengan menciptakan lapangan pekerjaan ataupun pembinaan.

"Kami menghimbau agar masyarakat Kabupaten Sambas, untuk lebih menyiapkan bekal ilmu dan keahlian, jika ingin bekerja diluar negeri. Selain itu, hal yang sangat penting adalah agar melengkapi dokumen-dokumen resmi untuk bekerja di luar negeri," sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help