TribunPontianak/

TKCI Ajak Kijang 80an Touring Tiga Negara

Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia,Toyota Kijang Club Indonesia(TKCI) dan VELOZity menggelar touring 3negara Indonesia-Malaysia-Brunei Darussalam

TKCI Ajak Kijang 80an Touring Tiga Negara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/LISTYA SEKAR SIWI
Ketua MyAdventure Journey 3 negara, Deni Agus Himawan dan Ketua Umum Velozity, Dedi Soenaryadi (tengah) sesaat setelah memberikan keterangan pada media di Anzon Toyota, Jumat (4/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia,  Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) dan VELOZity menggelar touring 3 negara Indonesia-Malaysia-Brunei Darussalam pada 12 Agustus hingga 24 Agustus 2017.

Ketua MyAdventure Journey 3 negara, Deni Agus Himawan mengatakan persiapan demi persiapan telah dilakukan. Dari Jakarta, TKCI membawa Kijang Buaya tahun 81 dan juga Kijang Doyok tahun 84.

Meski terbilang tua, tapi tak ada perlakuan khusus bagi kedua kendaraan ini, hanya saja untuk Kijang Buaya harus ada persiapan yang maksimal karena belum pernah ikut touring berbeda dengan Kijang Doyok yang pernah touring ke Sabang pada Desember 2016 lalu.

"Kita lakukan perjalanan ke Entikong, lalu satu malam di kuching, lalu ke konjen Kuching, foto di menara san, kalau bisa tanggal 13 berangkat ke Brunei dari Kuching itu nonstop mobil tidak ada menginap. Istilah diuji fisik mental, dan fisim mobil, minta doanya supaya fisik kuat, kendaraan sehat," ujarnya, Jumat (4/8/2017).

Baca: Ini Rangkaian Kegiatan Journey Kemerdekaan 3 Negara Yang Akan Digelar oleh TKCI dan Velozity

Kegiatan ini juga memperingati 40 tahun Kijang di Indonesia. Dalam perjalanan nanti, rombongan juga akan mengunjungi pusat sejarah Brunei, menghadiri undangan dari pihak kerajaan, serta city tour. Acara yang paling ditunggu adalah pelaksaan 17an di KBRI Brunei Darussalam. 

"Kita juga ada kegiatan bersama North Borneo Toyota, di sana itu kijangnya cuma ada Kijang super, capsul, innova,sama reborn aja. Kijang inikan generasi pertama jadi mereka pengen tahu. Lalu bersama mereka, kita juga akan menanam pohon," jelasnya

Jelang keberangkatan, persiapan demi persiapan pun telah dilakukan, misalnya soal perijinan. Adanya aturan-aturan di negara tetangga pun tetap dipenuhi, ia menuturkan jika dikemudian hari ketika diperbatasan, ada terjadi permasalahan soal stiker yang menempel di mobil ia juga telah memperhitungkan hal tersebut.

"Stiker aksesoris di pebatasan sudah diperhitungkan, kalau dipermasalahkan ya kita copot. Surat penting sudah semua, surat terpenting itu undnagan kerajaan Brunei ada sama saya. Mudah-mudahan dalam perjalanannya tidak ada  masalah. Kalau ada masalah di kita veloz akan bantu, begitu juga sebaliknya. Veloz ya TKCI, TKCI ya Veloz," imbuhnya.

Ketua Umum Velozity, Dedi Soenaryadi mengatakan kegiatan ini sendiri sebagai pembutian kerjasama sesama komunitas. Misalnya ada kesulitan, harus dihadapi bersama, jika ada masalah dijalan harus diselesaikan bersama.

"Kita juga punya jadwal yang harus dikejar mudah-mudahan tidak ada masalah. Kami juga ingin buktikan bahwa mesin Toyota ini mampu baik Kijang maupun Veloz.Kerjasama komunitas itu penting untuk satu tujuan dan harapan," pungkasnya.

Penulis: Listya Sekar Siwi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help