TribunPontianak/

Dijanjikan Laba Investasi, Warga Pemangkat Ini Tertipu 239 Juta

Redy Hendri (49) mengaku telah menjadi korban penipuan dan penggelapan dengan modus investasi dibidang jasa angkutan CPO minyak kelapa sawit.

Dijanjikan Laba Investasi, Warga Pemangkat Ini Tertipu 239 Juta
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DHITA MUTIASARI
Redy Hendri saat menunjukkan bukti penipuan dan penggelapan dengan modus investasi usaha oleh ML dikantor Tribun Pontianak, Kamis (3/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Warga Desa Harapan Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas, Redy Hendri (49) mengaku telah menjadi korban penipuan dan penggelapan dengan modus investasi dibidang jasa angkutan CPO minyak kelapa sawit.
"Investasi dibidang jasa angkutan CPO minyak kelapa sawit, si ML ini merekrut dan menjanjikan bonus kepada kami,"ujarnya saat datang ke kantor Tribun Pontianak, Kamis (3/8/2017).

Ia mengatakan bukan sendiri saja, melainkan banyak warga lainnya yang menjadi korban penipuan dari ML yang merupakan warga Desa Tanjung Bugis Kecamatan Sambas ini.  Hanya yang lainnya enggan melapor ke pihak berwajib.

"Sehingga tidak hanya saya, namun korban lainnya banyak, namun belum berani lapor. Karena kurang bukti atau alasan apa,"ujarnya.

Ia sendiri yang sudah ikut tertarik ikut dalam penanaman modal investasi yang dinilainya bodong ini sejak 2 tahun lalu. "Awalnya saya ikut pada 21 Maret 2015 lalu, dengan uang pertama disetor 7 juta,"ujarnya.

Kemudian selanjutnya berjalan hingga 17 kali setor dengan jumlah berbeda-beda dengan terbesar 45 juta hingga totalnya mencapai 239 juta.

Dari pihak ML ini menjanjikan dari hasil sekitar 10 persen  setelah satu bulan berjalan. 
"Perjanjiannya ke kita yakni penitipan uang sementara saudara ML ini dengan janji laba setelah bersihnya,"ujarnya.

Baca: Menteri Agama Bolehkan Penggunaan Dana Haji Untuk Investasi Infrastruktur

Namun hingga saat sepeser pun ia tidak pernah menerimanya. Jangankan laba namun modal saja tidak kembali.
ML sendiri dikenalnya dari rekan-rekannya yang kemudian mengajaknya berinvestasi menanamkan modalnya. "Dia juga mengatas namakan perusahaan tapi berbeda-beda, salah satunya dia adalah dari KSPSI Sambas,"ujarnya.

Lantaran tidak mendapatkan kepastian dan akhirnya kecewa, ia lantas melaporkannya ke Polres Sambas tertanggal 7 Maret 2017 lalu. Namun ia mengatakan hingga saat ini belum ada respon perkembangan berarti dari aparat kepolisian.
"Sudah dilaporkan ke Polres Sambas, tanggapan mereka katanya sedang diurus, jadi saya sebagai masyarakat menanyakan bagaimana bekerjanya, terkesan lamban, begitulah kira-kira,"tukasnya.

Bahkan dikatakan hal ini sendiri sudah beberapa kali dilakukan upaya secara kekeluargaan, mediasi namun tidak ada tindak lanjut.
"Harapan saya, sudah cukup koordinasi yang saya lakukan, maka saya harapkan kasus ini terungkap,"ujarnya.

Terlebih dikatakan ML saat ini tidak diketahui keberadaannya. "Karena informasinya dia kabur kerumah keluarnya diluar daerah,"ujarnya. Ia juga berharap aparat terkait dalam hal ini Polres Sambas dapat segera menindaklanjuti perkara ini dan menjelaskan perkembangannya kepada korban. "Kita juga harap polisi cepat menindaknya,"imbuhnya. 

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help