TribunPontianak/
Home »

Budaya

» Dayak

Kongres Dayak Internasional

Ini Tantangan Bagi Suku Dayak Menuju Pembangunan Landscape yang Modern

Untuk itu, Ia berharap dengan adanya Kongres tersebut bisa menjadi jembatan kemajuan masyarakat Dayak.

Ini Tantangan Bagi Suku Dayak Menuju Pembangunan Landscape yang Modern
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Penampilan seniman/seniwati muda Kalbar saat membawakan seni drama tari massal karya Gabriel Armando yang berjudul Dayak Bersatu pada pembukaan Kongres Dayak International ke-1 di rumah Radakng, jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (26/7/2017) pagi. Kongres Dayak International yang pertama ini mengusung tema Merajut Benang-Benang Peradaban Dayak Dalam Struktur Zaman Yang Dinamis, dengan sub tema Penguatan Peranan Bangsa Dayak Menuju Epicentrum Pembangunan Sosial dan Budaya, Ekonomi, Bisnis, keuangan, dan Politik. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Panitia Kongres Dayak Internasional, Alexius Akim yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, dalam pidatonya menuturkan ada beberapa tantangan bagi suku Dayak.

Untuk itu, Ia berharap dengan adanya Kongres tersebut bisa menjadi jembatan kemajuan masyarakat Dayak.

"Tantangan-tantangan besar harus dihadapi bangsa Dayak, demi membangun pranata sosial, ekonomi dan politik yang bervisi jauh dan modern hingga serta membangun sistem pemerintahan yang tertib hukum dan peraturan," ungkapnya, Rabu (26/07/2017).

Baca: Cornelis: Kongres Dayak untuk Menyamakan Persepsi Membangun SDM

Lalu, kata Akim, bangsa Dayak juga harus membangun ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi yang maju, dan terlibat dalam pengelolaan struktur masyarakat yang lebih kompleks.

Oleh sebab itu, menurutnya pula, membangun peradaban memerlukan energi bersama dan waktu yang panjang dan serta harus dimulai dari sekarang, dengan diawali pelaksanaan kongres Dayak internasional 2017.

"Kongres ini diharapkan menjadi jembatan bagi bangsa Dayak, antara masa lalu dan masa depan serta antara warisan kemarin dengan upaya pembangunan landscape yang modern," tukasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help